1. Tentu saja siapa pencipta uang merupakan isu penting karena akan
menentukan perilaku pasokan uang. Kita perlu pilah uang kartal yg
dicetak negara dan jenis uang lain yg diciptakan bank komersial.
Generasi awal ekonomi islam menolak penciptaan uang oleh bank
komersial, sejalan dgn pemikiran ekonom chicago yg dimotori friedman.
Pelipatgandaan uang oleh bank komersial ini mendorong inflasi,
menyulitkan pengendalian moneter, dan menyebabkan disalokasi sumber
daya dr alokasi yg efisien. Satu mazhab ekonomi islam mendukung
penerapan uang standar emas, namun menyerahkan pencetakan pada
pemerintah. Sementara ekonom barat pendukung standar emas justru
dimotivasi oleh keinginan melepaskan uang dari intervensi pemerintah.
Bagi ekonom barat, standar emas adalah sistem moneter yg paling dekat
dgn mekanisme pasar bebas.

2. Bank komersial mmg menciptakan uang dgn kredit. Tapi uang kartal
tidak hanya diterbitkan melalui pemberian kredit. Sebagian uang kartal
diterbitkan dgn jalan pembelian devisa. Jadi selalu ada pasokan uang
baru non kredit yg jumlahnya bisa mengimbangi keperluan pembayaran
bunga kredit.

Pada tanggal 23/04/09, pustaka_pohonbodhi
<[email protected]> menulis:
> Salam semuanya,
>
> Saya ada beberapa pertanyaan (maaf kalau pertanyaannya agak bodoh), bisa
> tolong diberikan sedikit informasi?
>
> 1. Dalam ekonomi "syariah," apakah isu siapa yang menciptakan uang itu
> penting? Bank, selaku institusi pencipta uang (de facto), milik pemerintah
> atau milik swasta, apakah itu penting?
>
> 2. Bank konvensional meminta lebih banyak uang daripada yang mereka berikan
> (bunga), padahal saat penyetujuan pemberian kredit, uang yang mereka
> ciptakan hanya pokok, tidak termasuk bunga, sehingga sampai kapanpun total
> hutang (+bunga) di masyarakat tidak mungkin dilunasi. Bagaimana sistem
> syariah akan berbeda dengan sistem yang dipakai di bank konvensional
> sekarang?
>
> Terima kasih.
>
> http://pohonbodhi.blogspot.com
>
>
>

-- 
Dikirim dari perangkat seluler saya

Assalaamu'alaikum Wr. Wb.


Wassalaamu'alaikum Wr. Wb.

------
Muhamad Said Fathurrohman
Airlangga University
Jl Airlangga 4
Surabaya, East Java, 60286
ID
Mobile: +62 81 802 8000 83
Email: [email protected]
Blog: http://komentar-ekonomi.blogspot.com

Kirim email ke