Berhubung si ACCESS melakukan apa-apa hanya modal ngibul dan otak kosong ( kalau lo keberatan, ACCESS, coba jawab, berapa bit satu packet protocol ARP ?) maka saya akan menjelaskan dengan singkat:
Fakta: 1. Internet awalnya dikembangkan di USA dan sampai sekarang mayoritas teknologi baru masih dikembangkan di USA 2. Internet telah dianggap sebagai "aset" yang penting dan potensial di berbagai negara 3. Negara yang menganut paham kekuasaan mutlak oleh pemerintah, misalnya Cina, menganggap internet memiliki potensi bahaya dan keuntungan yang sama besarnya, oleh sebab itu perlu dikendalikan 4. USA sendiri merasa mereka kurang memiliki kontrol terhadap internet sebagai sesuatu yang mereka "ciptakan" Kondisi pra WSIS 2 1. Cina, Brazil, dan beberapa negara lain yang menginginkan agar pemerintah berhak mengontrol internet di negaranya masing-masing, berusaha mengganti ICANN dengan badan baru yang dibawahi oleh ITU dan pemerintah negara masing-masing. Dibangkitkan juga isu bahwa internet terlalu berorientasi bahasa Inggris 2. Sebagian anggota kongress USA menginginkan total dominasi ICANN oleh pemerintah USA, bukan pengendalian "toleransi internasional" seperti yang ada sekarang. Secara resmi, posisi USA adalah menolak penggantian ICANN, tapi banyak move yang disponsori oleh USA sendiri untuk mendukung tuntutan penggantian lembaga 3. Negara-negara yang tergabung dalam EU, pada awalnya mendukung pemisahan, tapi karena lobby ekstensif oleh perusahaan-perusahaan I.T. internasional, akhirnya mendukung status Quo 4. Indonesia berpihak kepada negara yang ingin pembentukan lembaga baru, dengan alasan yang saya kutip "Demi menjaga stabilitas, keamanan dan ketahanan negara" Hasil 1. ICANN tetap sebagai lembaga administratif internet 2. Partisipasi pemerintah masing-masing negara akan ditingkatkan lewat lembaga-lembaga baru yang bergerak di bawah naungan ICANN Kenyataan yang terluput (tidak dipahami oleh para politikus) 1. Kendali administratif internet tidak ada artinya, pemisahan kendali per negara hanya akan membuat internet kehilangan makna, karena setelah berubah menjadi intranet-intranet, arus informasi akan terhambat habis. Sekalian saja haramkan internet daripada begitu 2. Alasan pertahanan dan keamanan sama sekali tidak relevan. Siapapun yang memegang kendali administratif tidak ada gunanya jika menggunakan teknologi import. Pencipta suatu teknologi memegang kendali penuh terhadap pertahanan dan keamanan sistim yang menggunakan teknologi tersebut. 3. Masalah bahasa bukan masalah esensial untuk masing-masing negara. Cina sendiri sebenarnya telah membuktikan bahwa dalam 5 tahun terakhir mereka mampu membuat lebih banyak web site dibanding gabungan antara semua negara berbahasa inggris. Permasalahannya justru terletak di bagaimana user yang berbahasa lain bisa mengunjungi web site lain dan bisa memahami isinya dengan baik. ------------ komentar dari saya: Bukan saya tidak setuju bahwa kita tidak memiliki kewajiban apa-apa untuk mengikuti ketentuan dari negara lain, namun kalau kita lakukan dari sisi administratif, itu hanya kebodohan dan kesombongan. Seharusnya kita lakukan dari sisi teknologi, kembangkan teknologi sendiri yang masih dapat ber interaksi dengan teknologi lain, namun memiliki ciri khas dan kekuatan sendiri sehingga tidak bisa diatur dari luar. Kalau bisa, exportlah teknologi tersebut agar kita berubah posisi menjadi pihak yang dapat mengendalikan pertahanan dan keamanan negara lain. Dalam konteks internet, berarti kita harus dapat unjuk gigi atau bahkan mendominasi IETF. Dan dimanakah induk organisasi IETF? Di ISOC ! Itu sebabnya kita perlu representatif di ISOC, tapi bukan orang politik sok tahu dan sok kuasa seperti Mr ACCESS. Kita perlu orang-orang technical yang nasionalis dan memiliki juga keahlian di bidang hubungan internasional agar dapat melancarkan jalan disana. jadi, Mr ACCESS, saya tahu anda tidak memiliki kapasitas inteligensi untuk menjawab email dengan benar, dan anda juga tidak memiliki mata untuk melihat situasi dengan jelas, plus anda juga tidak memiliki hati nurani untuk memberitahukan mana yang pantas dan mana yang tidak pantas dilakukan, namun saya yakin anda masih memiliki sedikit insting sederhana untuk tahu dimana tempat yang tidak menginginkan anda, jadi saran saya: STAY OUT AND STAY COOL salam, Irwan Effendi ----- Original Message ----- From: "Andika Triwidada" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Monday, November 21, 2005 10:20 PM Subject: Re: [ISOCID] nasib internet -> horeee On 11/21/05, ACCESS <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Horeee2 ngarti juga kagak. > Bermodal atuh euy... Yang (berlagak) ngarti nerangin ke kita dong, yang (bener-bener) gak ngarti. --------------------------------------------------------------------------- Untuk unsubscribe: kirim e-mail ke <[EMAIL PROTECTED]> dengan Subject: unsubscribe --------------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------------- Untuk unsubscribe: kirim e-mail ke <[EMAIL PROTECTED]> dengan Subject: unsubscribe ---------------------------------------------------------------------------
