Cooling Down dengan bahas yang lain Maaf ini posting mungkin sudah lama , saya bahas kembali.
1. Apek Liang U betul sekali , Rusia banyak mendapat banyak tambahan wilayah dari unequal treaty dengan Qing-Tiongkok . (Luasnya bisa dua kali atau lebih wilayah Prancis ) Pada saat hubungan PRC dan Soviet mulai memanas pasca Stalin , Atom Lop Nur , sampai akhirnya Soviet terlibat di pihak Vietnam saat Deng Xiao Ping memutuskan memberi pelajaran terhadap Vietnam . Perbatasan Sino Soviet mulai memanas. Sengketa perbatasan mulai di angkat kembali , ada bbrp yang di kembalikan , dan masih menjadi bahasan. 2. Contoh terpenting bekas Manchuria , misalkan Vladivostok , posisi penting Soviet bagi jembatan ke Pasific , itu juga dulunya bagian dari Manchuria dan juga Korea. Tapi diambil oleh Soviet . (Treaty Aigun , dan Beijing , 1860) , Beberapa tahun kemudian Russia Menjual Alaska terhadap USA (1867) (Alaska di beli Amerika dari Russia dengan beberapa juta dollar ). 3. sekarang di kabarkan , Siberia sedang di serbu arus imigrant chinese yang mengisi "kekosongan" Russia di wilayah itu . Ada lagi sumber yang menyatakan chinese sudah menjadi etnis ke empat terbesar sesudah russia , ukraina , dan "tartar" . Ada kecaman dari dalam Russia sendiri yang mengkhawatirkan "jatuhnya siberia" atau "amur" yang sebenernya dalam sejarah masih hak wilayah Tiongkok. 4. Disini posisi PRC sebenarnya bisa memaksakan banyak klaim dari asia tengah , manchuria luar , sedikit wilayah India di himalaya . Tapi memutuskan dengan cara damai , tidak pake cara preman. 5. Dalam sengketa Macmohan Line , juga serangan Tiongkok bersikap terbatas walau menang perang , berhenti sampai garis sengketa , tidak menduduki lebih dalam wilayah India. Tampaknya sejarah harus lebih sering di bahas di milis ini , Tiongkok posisinya selalu serba salah , jika lemah di injak2 sebagai sickman Asia , jika kuat di sentimenin , jika menutup diri di ketuk2 paksa , jika membuka diri , pada parno semua. Tentu saja membahas sejarah Tiongkok tidak harus di anggap sebagai pro-mainland , dan juga sejarah yang berkaitan dengan Tiongkok , dan Indonesia itu sendiri. > --- In budaya_tionghua@ yahoogroups. com, liang u liang_u@ > wrote: > > > > Rekan-rekan, > > Menurut saya, sikap Tiongkok sudah tak menuntut wilayah yang sudah lama diambil orang dan disahkan secara paksa oleh pemerintah Tiongkok sah waktu iu. > > Contohnya: Perang Rusia Tiongkok beberapa abad sedikit demi sedikit merampas wilayah Tiongkok, lalu disahkan menurut perjanjian secara paksa Demikian juga dengan negara barat dan Jepang. Pada waktu RRT berdiri, pemerintah dengan tegas menyatakan bahwa wilayah yang diserahkan dengan perjanjian berat sebelah yang dipaksakan pemerintah baru tidak diakuinya. Nah, ini geger, karena negara tetangga harus mengembalikan wilayahnya kepada Tiongkok. Tapi dalam kenyataannya Tiongkok bertindak lain, ia tak menuntut lagi, hanya tidak memperkenankan wilayah baru yang dirampas tanpa ada perjanjian dengan pemerintah Tiongkok yang sah. Contohnya garis Mac Mahon yang memperluas wilayah India kedalam wilayah Tiongkok, tak ada satupun pemerintah Tiongkok yang mengakui, termasuk Pemerintah Qing, Tionghoa Binkok dan RRT sekarang, wilayah itu dirampas sepihak, karena itu sampai sekarang Tiongkok masih menganggap Daerah Tibet Selatan (Nanzang) atau Arunachal Pradesh dalam > > wilayah India adalah wilayah Tiongkok. Penduduk asli di sana adalah orang Tibet dan minoritas Tiongkok seperti di Yunnan, mata sipit, kulit kuning, kecuali imigran baru dari India. > > Contoh lain Pulau Heixia yang berada di pertemuan antara Sungai Ussuri dan sungai Heilongjiang. Daerah Heilongjiang dulu wilayah Tiongkok tapi direbut oleh Russia dan dianggap wilayah Russia. Itu direbut paksa dengan memaksa pemerintah Qing mengakuinya. Tapi antara tahun 1924-1927 Rusia menyeberang sungai Heilongjiang, merebut pulai Heixia yang berada antara sungai Ussuri dan Sungai Heilongjiang. Sampai terakhir Tiongkok tak bisa menerimanya, meskipun berdirinya RRT bersahabat dengan Univ Soviet. Setelah berunding 30 tahun, akhir-akhir ini terjadi kesepakatan pulau tersebut dibagi dua, bagian timur menjadi wilayah Russia bagian barat kembali ke Tiongkok. Rakyat Tiongkok memberi dua macam pendapat ada yang tak puas, ada yang menerima, karena kalau sampai perang, kitapun dirugikan. Mengalah sedikit. > > Sejak berdirinya Uni Soviet setelah revolusi Oktober, Lenin pemimpin Soviet mengatakan kita bukan imperialis, kita harus mengembalikan wilayah Tiongkok yang direbut paksa zaman Tsar dengan perjanjian berat sebelah. Rencana dibuat, peta sudah disusun, luasnya menurut pengamat 6 kali wilayah Perancis. Malang, Lenin dibunuh oleh ekstrimis, dan Stalin penggantinya mungkir. Wilayah tsb meliputi sebagian Siberia dan Asia Tengah. > > Dua kali perang dunia, Perang Dunia ke I dan Perang Dunia ke II, Tiongkok keluar sebagai pemenang perang. Tapi akhir perjanjian perang dunia I maupun II adalah membagi-bagi wilayah Tiongkok. Lemahnya pemerintah Militer Beiyang setelah perang dunia I dan lemahnya pemerintah Beijing setelah perang dunia II, menyebabkan Tiongkok yang menang perang dibagi-bagi seperti membagi daging untuk anjing. > > Setelah perang dunia I, semua wilayah konsesi Jerman yang kalah perang, bukan dikembalikan kepada Tiongkok, tapi dihadiahkan kepada Jepang. Belum lagi daerah-daerah lain. Ini yang menyebabkan kemarahan luar biasa rakyat Tiongkok dan menimbulkan demontrasi mahasiswa, buruh tani dan pemogokan pedagang pada tanggal 4 Mei 1919. > > Setelah perang dunia II Korea yang dirampas Jepang tahun 1895 di jadikan dua negara, utara dan selatan, yang utara dikendalikan Soviet dan yang selatan dikendalikan Amerika. Okinawa wilayah protektorat Tiongkok diambil oleh USA, dulu namanya Ryukyu (Liuqiu), kemudian ketika Amerika kehabisan dana untuk perang Vietnam, Okinawa dijual ke Jepang. Orang Okinawa bukan orang Jepang, tapi setelah 50 tahun lebih Jepang mangadakan politik asimilasi hanya orang tualah sekarang yang merasa bukan Jepang. > > Mongolia Luar dipaksa pisah dari Tiongkok sekitar tahun 1935, tapi tidak berani disebut negara merdeka. Baru setelah perang dunia II selesai, Chiang Kai-shek terbang ke Moskow menandatangani perjanjian persahabatan dengan Uin Soviet minta agar Soviet jangan membantu kaum komunis yang berpusat di Yan'an. Sebagai imbalan Soviet minta Mongolia di keluarkan dari Tiongkok dan jadi negara merdeka. Muncullah negara Mongolia yang menjadi satelit Soviet. > > Entah apa sebabnya wilayah Tiongkok dibagi-bagi hanya Taiwan yang dikembalikan ke Tiongkok. Taiwan dirampas Jepang tahun 1895. Meskipun dihati tidak rela, lihat kalau bukan Amerika Taiwan sudah lama bergabung kembali kepada Tiongkok. > > Garis Mac Mahon antara Tibet dan India tidak disebut-sebut, maka Tiongkok mengganggap garis itu tak pernah ada. Tapi untuk mencegah perang, Tiongkok mengusahakan perundingan dan bertahan tidak melalui garis Mac Mahon. Tuntutan Tiongkok sebagian berhasil, di bagian barat Pakistan mengembalikan Ladakh kepada Tiongkok. Di bagian tengah sebetulnya tak ada masalah, sebab India tak berbatasan dengan Tiongkok. Tapi kemudian India mencaplok negara kesultanan kecil Sikkim dan memperluas wilayah Sikkim ke wilayah Tiongkok. Di barat wilayah Nanzang tetap diduduki India, tapi tidak berani menjadikan negara bagian, hanya wilayah khusus, kemudian mereka maju melewati perbatasan dengan alasan Nanzang wilayahnya, mereka melampaui garis Mac Mahon. Terjadilah perang Tiongkok India, India babak belur dan mundur, Tiongkok kembali ke garis perbatasan yang asal, yang hampir sama dengan garis Mac Mahon, tapi tetap minta Nanzang (Tibet selatan) dikembalikan. Inilah masalah > > perbatasan yang paling luas yang belum beres. > > Dari sikap di atas jelas Tiongkok tak mau ribut urusan wilayah lagi, asal yang sekarang dicoba dipisahkan harus tetap dipertahankan. Jangan lupa ada orang Jepang yang sampai sekarang menyebut Dongbei, Tiongkok Timur laut adalah wilayah Jepang, katanya penduduknya bukan orang Han, (Mancu maksudnya). Kalau kita anti Mancu, sama saja menyuruh Wilayah Dongbei melepaskan diri dari Tiongkok. Sejak perang dunia I sampai sekarang Dongbei selalu jadi rebutan pengaruh Soviet dan Jepang. Orang Jepang menamakan Dongbei sebagai Manchuria. > > Kesimpulan: Dongbei wilayah Tiongkok, orang Mancu adalah bagian dari keluarga besar Zhonghua Minzu. Kalau benar seorang nenek mau merebut kekuasaan mendirikan lagi dinasti Qing, adalah omong kosong. Untuk apa diributkan, mending kita telusur sejarahnya, mungkin ada unsurg baru yang lolos dari pengamatan para ahli sejarah. Orang Han juga banyak yang ingin merebut kekuasaan, asal melaui jalur hukum tak ada salahnya, kalau mau berontak pasti ditindak. > > Sejarah tetap sejarah, yang baik yang buruk tetap sejarah. > > Terus terang milis kita sampai saat ini masih miskin ulasan sejarah sesuai dengan tujuannya. Ulasan budayapun titik tolak nya baru upacara-upacara, dan mencari keturunan dan nama, belum menyeluruh. Saya usul semua rekan yang punya bahan untuk ulasan sejarah, maupun budaya keluarkanlah. Yakin moderatorpun akan menerimanya dengan baik. > > Tulisan ini bukan untuk menyerang seseorang, hanya memberi penjelasan, mengobarkan kebencian etnis, ataupun dialect group tak ada manfaatnya. Semua manusia di segenap penjuru dunia adalah saudara. Budaya yang percaya hanya saya yang benar adalah budaya dari luar yang dibawa ke masyarakat kita. Hanya ada satu negara yang benar, hanya ada satu negara yang kaya, hanya ada satu negara yang berhak jadi polisi dunia, hanya ada satu negara yang boleh mencap teroris, hanya ada satu aliran yang demokrasi, hanya ada satu agama yang bisa menyelamatkan manusia dst. > > Sangat memprihatinkan kalau kita ikut percaya. > > Liang U > > 2009.12.10 > > > >
