setahuku, karena mourinho pernah jadi pelatih Chelsea jadi aku baca
kisah hidupnya, sebelum dia kerja di dunia bola dia adalah sukarelawan
pengajar anak2 cacat. saat masih jadi pelatih Chelsea (mungkin skrg
masih) waktu senggangnya digunakan untuk baca Injil, tdk seperti
kebanyakan pemain bola yg sukakeluar malam dugem.

orang yang benci mungkin hanya lihat kulitnya saja ...

 

ari chelski

 

________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of Don Rudy
Sent: Wednesday, November 05, 2008 11:03 AM
To: [email protected]
Subject: [BolaML]Ironi Kisah Mourinho, Anak Cacat, dan Walikota

 

[rudy]
Menurut La Gazzetta dulu Italia memperlakukan Maradona dengan sangat
buruk,
kecuali kota Naples. Tapi dia masih bisa berprestasi...
Mourinho memang bukan Maradona, tapi paling tidak kasusnya mirip...dia
sebenernya dicintai tapi juga dibenci, jadi kalau tidak bisa berprestasi
di
Inter jangan dijadikan alasan. Emang dasarnya mungkin Inter yang lagi
terjun
bebas ga dapat gelar musim ini :D

Ciao
[/rudy]

Selasa, 04/11/2008 20:00 WIB

Ironi Kisah Mourinho, Anak Cacat, dan Walikota
Andi Abdullah Sururi - detiksport

Milan - Cerita seru terbaru dari seorang Jose Mourinho terjadi di markas
klub Reggina. Ia tersinggung karena walikota menuduhnya yang
bukan-bukan,
sementara dia justru berbuat sangat simpatik.

Peristiwa ini terjadi ketika Mourinho dan timnya melawat ke kota Reggio
Calabria untuk bertanding melawan Reggina, Sabtu (1/11/2008). Dalam
sebuah
kesempatan pria Portugal itu terlihat mendekati seorang anak penyandang
cacat dan memberikan sesuatu.

Mengetahui hal itu Giuseppe Scpelliti, sang walikota, langsung menyindir
Mourinho. Dia bilang, Mourinho telah menyinggung seseorang dengan
memberikan
uang kepada anak tersebut.

Apa yang terjadi? Justru Mourinho yang tersinggung. Seusai pertandingan
yang
dimenangi timnya dengan skor 3-2, ia mengungkapkan bahwa yang ia berikan
buat si fans cilik Reggina itu adalah sebuah salib kecil!

"Salib itu pemberian istriku, dan aku menyimpannya selama empat tahun!
Istriku membeli barang ini di Fatima (sebuah kota di Portugal yang
terkenal
religius--red) sebagai hadiah buatku," tutur Mourinho.

"Aku merasa dihina oleh walikota karena dia bilang aku memberi anak
kecil
itu uang. Aku sungguh tidak beruntung, karena berusaha berbuat baik pun
aku
tetap dikritik."

Belakangan sang walikota langsung melayangkan permintaan maaf kepada
Mourinho. Namun, kejadian yang ironis itu terlanjur menyangkut di hati
Mourinho. Dari banyak hal yang telah ia alami sejak bekerja di Italia
buat
menukangi Nerazzurri, ia merasa dirinya tidak disukai seisi negeri itu.

"Di Italia mereka tidak mencintaiku," cetus Mourinho kepada Corriere
Dello
Sport. "Apa yang terjadi di Reggio Calabira adalah indikasi bagaimana
aku
diperlakukan dan dipandang di Italia."

"Aku memberi seorang bocah sebuah salib kecil yang selalu kusimpan sejak
memenangi Liga Champions, tapi aku langsung dikritik, dan orang-orang
berpikir aku melakukan hal yang buruk."

Meski merasa demikian dengan Italia, tapi ia menegaskan satu hal.
"Italia
takkan mengubah diriku dan kebiasaanku."

( a2s / a2s )

-- 
Cavaliere
AC Milan atau tidak sama sekal!

[Non-text portions of this message have been removed]

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke