28/04/2008 23:01 Nurdin Halid Boleh Pimpin PSSI Seumur Hidup
Ratifikasi pedoman dasar PSSI mendapat persetujuan dari Konfederasi Sepakbola Asia (AFC). Salah satu pasal yang disetujui adalah tentang pasal kriminal. Dalam ratifikasi itu, disebutkan bahwa orang yang telah menjalani masa hukuman setelah terlibat kasus kriminal boleh ikut pemilihan ketua umum PSSI. Ini jelas sangat sesuai dengan target PSSI buat mempertahankan Nurdin Halid seumur hidup di kursi ketua umum. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Nugraha Besoes, menyatakan bahwa dirinya baru saja menerima kabar menarik dari Konfederasi Sepakbola Asia (AFC). Hal itu terkait, dengan ratifikasi pedoman dasar PSSI yang mereka ajukan beberapa waktu lalu. Dijelaskan Nugraha, dengan dicapainya kesepakatan itu, maka pihaknya tinggal menunggu persetujuan dari federasi asosiasi sepakbola dunia (FIFA). Hal itu lanjut Nugraha, terkait dengan pengesahan pedoman dasar itu guna dijadikan sebagai pedoman dalam menjalankan organisasi PSSI di masa depan. "Ini satu langkah maju dalam proses perubahan pedoman dasar PSSI. Dengan begitu, maka polemik yang selama ini berkembang akan segera berakhir. Kini, kita tinggal menunggu persetujuan dari FIFA saja, sebelum kita mengsahkan perubahan pedoman dasar itu," tutur Nugraha Besoes, kepada GOAL.com saat ditemui jelang mengikuti perayaan hari ulang tahun PSSI yang ke-78 di halaman kantor PSSI, di Senayan, Jakarta, Senin (28/4) malam. Ditambahkan Nugraha, seluruh pasal yang diratifikasi itu telah mendapat persetujuan dari AFC. Termasuk, pasal yang selama ini menjadi perdebatan, yakni menyangkut definisi kriminal. "Kami berusaha agar seseorang yang telah menjalani hukuman, boleh memimpin PSSI. Ini tentu demi keadilan dan hak asasi setiap orang," pungkas Nugraha, sembari menambahkan jika hal itu sama sekali tidak bertujuan untuk melindungi orang tertentu, yakni Nurdin Halid. Penjelasan Nurdin Halid ini sudah jelas membuat rezim pengurus PSSI akan lebih bersemangat mempertahankan Nurdin Halid di posisi ketua umum PSSI sampai seumur hidup. Target menghancurkan persepakbolaan nasional sambil mencari keuntungan pribadi agaknya bisa terus dilakukan para oknum pengurus PSSI sekarang. *Yuslan Kisra
