Sepertinya bukan karena merasa King of Europe.. tapi bener kalo dibilang 
nggak bisa ngukur kekuatan sendiri.

Alasannya:
sejak kalah lawan United (yang arguably kalah nasib), Pool seperti 
bernafsu memenangkan setiap pertandingan, mulai dari Birmingham, Chelsea, 
dan kemarin Charlton (selang cuma 3 hari sekali) Pool selalu turun 
full-team.
Jujur saya bilang Pool mainnya nggak jelek, dan bener kalo lapangan tengah 
Pool selalu tampak dominan (kecuali lawan Chelsea yang bisa diimbangi sama 
Essien-Lampard-Makelele).

Tapi harusnya Rafa juga sadar striker yang dia punya bukan kelas dunia, 
alias tidak ada jaminan Pool akan terus menang kalo yang diandalkan buat 
nyetak gol cuma Gerrard.

Dengan kesadaran kaya gitu, harusnya Pool main lebih bijak, yaitu dengan 
merotasi pemainnya. Kasih istirahat, gitu loh.
Bayangin aja pemain seperti Carra, Hyypia, Xabi, Gerrard, Sissoko, dan 
Finnan yang dimainkan terus apa nggak FATIGUE tuh otot2nya?

Kalo saya beradai2 jadi Rafa, partai lawan Chelsea saya nggak akan ngotot. 
Mengaca partai lawan United yang lini tengahnya "lemah" aja susah 
ngegolin, apalagi lawan Chelsea yang lini tengahnya lebih yahud dari 
United.
Mendingan ngotot lawan Birmingham dan Charlton. Istirahat lagi salah satu 
antara Arsenal dan Wigan, trus ngotot lagi di FA lawan United dan Benfica 
(karena udah sistim gugur).

Terlepas dari itu semua,
saya pikir frustrasi-nya Rafa lebih karena dia nggak dapet dana yang cukup 
untuk membeli striker kelas dunia.

Yah, di situlah ujian untuk pelatih.
Katanya Rafa bukan pelatih kacangan. Kalau emang bukan pelatih kacangan, 
dia pasti bisa mengaca dari kegagalan untuk meraih hasil yang optimal 
(baca: realistis). 
Kalau memang gelar juara udah jauh, ya lupakanlah, mending masuk zona 
Champion dan jadi juara FA.
Berat? 
jelas berat sekali. Tanpa striker yang oke, jelas berat. Tapi bukan 
impossible.





"Ari Muladi" <[EMAIL PROTECTED]> 
Sent by: [email protected]
02/09/2006 02:07 PM
Please respond to
[email protected]


To
<[email protected]>
cc

Subject
RE: Balasan: [BolaML] Pool kalah lagi






Mungkin alasan kenapa Pool kalah beruntun akhir-akhir ini karena Pool
tidak bisa mengukur kekuatan sendiri ... masih selalu merasa King of
Europe. Jadi kalau kalah langsung cari kambing hitam dan mengalihkan
esensi dari pertandingan itu sendiri. Akhirnya Pool kalah tanpa mendapat
pembelajaran apapun.

Waktu kalah sama MU ... menyalahkan Neville yang ngrayain goal ...
kemudian waktu kalah lawan Chelsea ... menyalahkan Robben yang acting
... Semalem belum ada yang disalahkan tapi tetap saja Rafa tidak percaya
kalau bisa kalah. 

"It was unbelievable we have lost that game," said a bemused Benitez.
"we were always attacking and it was one-way traffic. Then what happened
was just crazy."

Wake up man ... dunia berputar terus, bisa saja dulu juara sekarang
terpuruk. Kalah atau menang itu biasa ... terimalah kekalahan dengan
lebih bijak.



[Non-text portions of this message have been removed]



HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke