jawapos,Senin, 25 Apr 2005, Alonso Lulus Ujian
Tahan Schumi, Raih Hat-trick di GP San Marino IMOLA - Fernando Alonso kemarin menunjukkan bahwa dia layak menjadi juara dunia Formula 1 2005. Di Grand Prix San Marino, pembalap Renault yang baru berumur 23 tahun itu telah lulus ujian terberat dalam karirnya. Dia berhasil menahan tekanan hebat juara dunia tujuh kali, Michael Schumacher, di lap-lap akhir lomba, merebut kemenangan ketiga berturut-turut. Memasuki lomba kemarin, sebenarnya yang digadang-gadang adalah duel seru antara Alonso dengan bintang McLaren-Mercedes, Kimi Raikkonen. Saat kualifikasi akhir kemarin, keduanya kembali start terdepan. Raikkonen pole position, Alonso kedua. Sayang, duel seru tak sempat terjadi. Keduanya memang melejit jauh di depan, Raikkonen di depan Alonso. Namun, baru sembilan lap berlalu, pertarungan berakhir. Raikkonen mengalami masalah girboks. Setelah itu, semestinya Alonso bisa menang dengan tenang. Tapi bukan itu yang terjadi. Schumi -julukan Michael Schumacher-tampil super dengan Ferrari F2005. Walau start di urutan 13 karena membuat kesalahan di babak kualifikasi, Schumi tak menyerah begitu saja. Dengan bahan bakar lebih banyak dari yang lain, Schumi menjalani strategi pit stop sedikit berbeda dengan yang lain. Dia baru masuk mengisi bahan bakar mendekati pertengahan lomba. Dengan demikian, Schumi bisa melaju ke depan saat yang lain masuk pit. Hebatnya, dengan bahan bakar lebih berat, Schumi tampil sangat, sangat, sangat cepat. Fastest lap demi fastest lap diraih pembalap Jerman tersebut. Alhasil, menjelang pit stop terakhir, dia sudah melejit di urutan ketiga! Di hadapan para penggemar Ferrari di tanah Italia, Schumi terus tampil memaksa. Begitu cepatnya, catatan waktu Schumi bisa 2 detik per lap lebih cepat dari Alonso dan Jenson Button, andalan BAR-Honda yang berada di urutan kedua. Menjelang pit stop terakhir, kembali naik peringkat. Dia menyalip Jenson Button nyaris tanpa perlawanan, saat sama-sama akan meng-overlap beberapa mobil yang lamban. Setelah Schumi melewati Button, dan semua pembalap sudah menyelesaikan semua pit stop, terjadilah duel ketat antara seorang calon juara dunia masa depan melawan juara dunia paling dominan dalam sejarah Formula 1. Dalam 13 lap terakhir lomba 62 lap itu, Alonso dan Schumi melaju beriringan. Schumi, yang jelas lebih cepat, terus menempel Alonso. Sesekali Schumi mencoba memancing kesalahan Alonso. Tapi Alonso tak goyah. Tinggal lima lap, tinggal tiga lap, Alonso tak kunjung membuat kesalahan. Dua lap tersisa, Schumi meningkatkan tekanan. Lap terakhir, sama. Tetap saja Alonso tak goyah. Akhirnya, Alonso berhasil bertahan di depan hingga finis. Dia telah lulus ujian terbesar dalam karirnya. Dia telah berhasil menahan sang juara dunia! Kemenangan ini adalah yang keempat dalam karir Alonso, yang ketiga berturut-turut di musim 2005. Tapi, baru kali ini Alonso menang dengan cara bertarung (bertahan habis-habisan). Tiga kemenangan sebelumnya selalu dia raih dengan cara mendominasi. Selalu start dari posisi terdepan, lalu terus memimpin nyaris tanpa penantang hingga finis. "Mungkin, (kemarin) adalah pertarungan terbaik dalam karir saya," kata Alonso. "Saya tahu Michael lebih dari satu detik per lap lebih cepat dari saya. Jadi, satu-satunya harapan saya adalah untuk menahannya di tengah tikungan, lalu menginjak gas lebih dulu untuk membangun jarak di trek lurus," paparnya. Alonso merasa beruntung, ban dan mobilnya berfungsi tanpa masalah. "Ada dua atau tiga tikungan yang berbahaya, tapi saya selalu berusaha semaksimal mungkin," tambahnya. Saat konferensi pers, Alonso juga sempat ditanya apakah dia sempat berpikir untuk mengalah, demi mengamankan posisi di puncak klasemen. Ditanya demikian, Alonso menjawabnya dengan lantang. "Sama sekali tidak. Saya selalu mengharapkan kemenangan. Setelah Kimi keluar dari lomba, saya unggul. Saya siap bertarung hingga lap terakhir, saya benar-benar ingin menang di sini," tegasnya. Dengan hasil kemarin, Alonso pun berhasil memperkokoh posisinya di puncak klasemen. Schumi dan Ferrari kini mungkin lebih cepat, tapi Alonso telah membuktikan bahwa dirinya punya mental juara, layak jadi juara dunia 2005. Tahun ini, kalau mampu bertahan, Alonso akan jadi juara dunia termuda dalam sejarah. Sukses Alonso kemarin bisa dipastikan bakal mendapat sambutan luar biasa di Spanyol. Apalagi, seri berikutnya 8 Mei mendatang, akan digelar di negeri Alonso itu, di Sirkuit Barcelona. Balapan tersebut sudah sold out sejak lama, jadi bisa dibayangkan betapa meriahnya dukungan untuk Alonso nantinya. (aza) HASIL GRAND PRIX SAN MARINO (Delapan besar) 1. Fernando Alonso, Renault 1 jam 27 menit 41,921 detik 2. Michael Schumacher, Ferrari +0,215 detik 3. Jenson Button, BAR-Honda +10,481 4. Alexander Wurz, McLaren-Mercedes +27,554 5. Takuma Sato, BAR-Honda +34,783 6. Jacques Villeneuve, Sauber-Petronas +1:04,442 7. Jarno Trulli, Toyota +1:10,258 8. Ralf Schumacher, Toyota +1:10,841 Fastest lap: Michael Schumacher, 1 menit 21,858 detik Klasemen Pembalap: 1. Fernando Alonso 36 poin 2. Jarno Trulli 18 3. Giancarlo Fisichella 10 4. Michael Schumacher 10 5. Ralf Schumacher 10 6. David Coulthard 9 7. Rubens Barrichello 8 8. Juan Pablo Montoya 8 9. Kimi Raikkonen 7 10. Mark Webber 7 Klasemen Konstruktor: 1. Renault 46 poin 2. Toyota 28 3. McLaren-Mercedes 24 4. Ferrari 18 5. Williams-BMW 13 6. Red Bull-Cosworth 12 7. BAR-Honda 10 8. Sauber-Petronas 5 9. Jordan-Toyota 0 10. Minardi-Cosworth 0 ======== Senin, 25 Apr 2005, Schumi Sesali Kualifikasi MICHAEL Schumacher dan Ferrari tampil "menyeramkan" di Grand Prix San Marino kemarin. Start di urutan 13, Schumi tampil super. Dia mencatat fastest lap lomba, dan finis hanya 0,2 detik di belakang Fernando Alonso. Andai start di posisi yang lebih baik, mungkin Schumi-lah juara lomba kemarin.Dan memang, Schumi sangat menyesalkan hasil kualifikasi terakhir kemarin. Di satu sisi dia senang bisa kembali tampil kompetitif, di sisi lain dia merasa kecewa karena membuat kesalahan langka. Dalam kualifikasi akhir kemarin, di bagian akhir Sirkuit Imola, mobil F2005 Schumi melebar karena pengereman yang tidak ideal ketika memasuki tikungan Rivazza yang membelok tajam ke kiri. Catatan Schumi pun menjadi sangat buruk. Dia meraih posisi ke-14, tapi kemudian naik satu posisi karena Felipe Massa (Sauber-Petronas) mundur ke belakang gara-gara ganti mesin. "Seandainya (kesalahan) itu tidak terjadi, kemarin saya bisa meraih hasil sempurna," kata pembalap berumur 36 tahun, tertua di Formula 1 tersebut.Schumi lantas menjelaskan, ada benjolan di lintasan memasuki tikungan tersebut. "Karena membawa banyak bahan bakar, saya pun mencoba mengerem lebih dini. Ketika membentur benjolan itu, ban langsung mengunci dan saya tak mampu mengoreksi. Saya tak mau cari-cari alasan, tapi saya kecewa itu bisa terjadi pada saya," jelasnya. Di penghujung lomba kemarin, Schumi mengaku sudah tampil habis-habisan mencoba menyalip Alonso. "Saya mencoba, nyaris menyalip di beberapa tikungan. Tapi dia (Alonso, Red) membalap dengan hebat, tidak membuat satu pun kesalahan. Dia pun menang, saya di urutan kedua," papar Schumi. Mengenai kecepatan mobilnya yang luar biasa, Schumi mengutarakan rasa terima kasih kepada seluruh anggota tim Ferrari "Kami tampil sangat cepat berkat hasil kerja keras semua orang," ujarnya. "Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Bridgestone. Mereka telah menderita di awal musim ini. Saya yakin mereka bisa segera membalas segala kekecewaan," lanjutnya. (aza) === Senin, 25 Apr 2005, Ungkap Punya Problem Mesin RENAULT mendominasi tiga seri perdana. Namun, di Grand Prix San Marino kemarin, Fernando Alonso harus berjuang keras membendung serangan Michael Schumacher. Usai lomba kemarin, Alonso mengakui bahwa pihaknya sebenarnya punya problem mesin sejak Jumat lalu. Selama akhir pekan lalu, Alonso memang membatasi jumlah lap yang dijalani. Pada hari latihan Jumat lalu, dia total hanya melakukan sepuluh lap. Padahal, pembalap lain melahap sekitar 20 lap. Saat latihan Sabtu lalu juga sama. Sementara pembalap lain bisa banyak persiapan, Alonso hanya keliling Sirkuit Imola delapan kali. Hebatnya, saat kualifikasi, dia tetap mampu meraih posisi start kedua! "Sekarang kami bisa mengungkapkannya," kata Alonso usai lomba kemarin. "Sejak Jumat kami sudah menyadari adanya problem mesin. Makanya kami membatasi jumlah lap saat latihan. Saat lomba, kami juga tampil dengan putaran mesin sangat rendah. Kami mencoba menghematnya supaya bisa finis," tambahnya. Mengapa bermasalah? Kata Alonso, itu bisa terjadi karena beratnya Grand Prix Bahrain, tiga pekan sebelum San Marino. Ketika itu, suhu udara mencapai 42 derajat Celcius, menghukum mobil dan mesin. Di Bahrain, rekan setim Alonso, Giancarlo Fisichella, memang gagal finis karena kerusakan mesin. Menurut regulasi Formula 1, satu mesin kini harus dipakai untuk dua lomba. Jadi, kemarin Alonso harus memakai mesin yang sama dengan yang dia gunakan di Bahrain. "Ini adalah mesin pertama yang memenangi dua lomba. Salut kepada anggota tim kami yang mengurusi bagian mesin," pungkas Alonso. "Cobaan" mesin ini menjadikan kemenangan Alonso kemarin semakin menakjubkan. (aza) ===== Senin, 25 Apr 2005, Button dan Villeneuve Lega Michael Schumacher bukan satu-satunya pembalap yang lega bisa kembali tampil kompetitif di Grand Prix San Marino. Jenson Button dan Jacques Villeneuve juga lega luar biasa. Kemarin, keduanya mencetak poin pertama mereka di musim 2005, menghapus kekecewaan di tiga seri perdana. Button kemarin berhasil finis di podium, di urutan ketiga. Padahal, di tiga seri sebelumnya, dia belum sekali pun finis. "Ya, kami telah menjalani beberapa lomba yang mengecewakan musim ini," kata pembalap BAR-Honda itu. "Kami telah bekerja keras untuk membalik situasi, dan kami telah melakukannya. Kami masih belum secepat Ferrari, tapi tim ini telah melakukan perkembangan yang fantastis. Mobil ini benar-benar beda dengan mobil yang dipakai sebelumnya," tambahnya. Kalau Villeneuve, poin yang diraihnya berkat finis di urutan enam kemarin bukan hanya menghapus kekecewaan. Hasil itu juga bisa menghentikan berbagai kecaman yang ditujukan kepadanya di tiga seri pertama. Sebelum ini, banyak yang menyebut Villeneuve sudah tak layak lagi tampil di Formula 1. Bahkan, ada gosip kencang yang mengatakan Villeneuve bakal didepak Tim Sauber-Petronas. "Saya tak menyangka mobil kami bisa begitu membaik di sini. Saya benar-benar menikmati balapan ini," kata mantan juara dunia 1997 tersebut usai lomba kemarin. "Saya melakukan start yang baik, dan pit stop yang dilakukan tim benar-benar istimewa. Terima kasih kepada seluruh anggota tim," lanjutnya. Villeneuve menambahkan, hasil kemarin juga dibantu oleh sikap tim yang mendukung. Di Imola, pembalap 34 tahun itu diberikan lebih banyak kebebasan dalam menentukan setelan mobil. "Semua orang kini telah merasa lebih positif," tegasnya. (aza) __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give the gift of life to a sick child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/5iY7fA/6WnJAA/Y3ZIAA/2_TolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY. ========================================================== Milis Tabloid BOLA Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL PROTECTED] ========================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/bolaml/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
