Tarwih Ke-2: Dua Kebahagiaan Bagi Yang Berpuasa

Beberapa menit sebelum adzan isya saya masih menunggu si sulung Intan di tempat 
bimbingan belajarnya. Tepat pukul 19.30 bel tanda selesai dibunyikan. Hanya 
beberapa detik saja dia sudah di belakang saya. Motor bergerak ke timur.

"Masih dapat Isya, kita pak?" Katanya. "Masihlah, kan bisa shalat di rumah atau 
di mesjid sekalian," Kataku. Dia ingin ke mesjid sesegera mungkin. Adiknya 
Donnie telah di mesjid. Setelah sampai di rumah, dia ganti baju dan bersiap. 
Saya tunaikan shalat isya di rumah. Sendiri. Namun, setelah itu saya bergegas 
ke mesjid Nuruh Falah, Kompleks BTN Nusa Tamarunag, Somba Opu. Saya hendak 
tarwih. Tarwih ke-2 di Ramadhan 1431 Hijriah.

Bersama Intan, kami bergegas ke mesjid. Dari kejauhan terdengar bahwa 
penceramah malam ini adalah Ustadz Andi Basri. Judul ceramahnya, dua 
kegembiraan orang-orang yang berpuasa. "Bisa diulang lagi pak, apa judulnya?" 
Kata Intan seraya mempercepat langkahnya.

Saat sampai ke dalam mesjid penceramah sudah di mimbar. Penampilannya rapi dan 
penuh kharisma. Suara dan gayanya sangat meyakinkan.

"Ada dua kegembiraan orang-orang berpuasa," katanya. "Pertama, saat yang 
berpuasa akan berbuka puasa. Betapa menyenangkannya saat beduk berbuka ditabuh, 
betapa nikmatnya saat tanda berbuka puasa telah dimulai," Katanya. Menurut 
Ustadz, bahkan orang yang sedang dirundung duka pun, saat hendak berbuka puasa, 
pasti terhibur hatinya.

"Yang kedua, adalah ketika hendak bertemu dengan tuhannya," lanjutnya. "Suatu 
ketika nabi ditanya oleh para sahabat. Apakah mungkin bagi yang berpuasa untuk 
dapat bertemu dengan Allah SWT?" kata Ustadz Basri.

"Pernahkah kalian melihat matahari dan bulan yang bersinar penuh? Tanpa 
dihalangi awan,?" Tanya Rasulullah dan diiyakan oleh para sahabat. "Tentu saja 
ya Rasulullah," jawabnya serentak.

"Begitulah jelasnya, wajah tuhan saat para umat yang berpuasa dengan ikhlas 
kelak bertemu dengannya," Ungkap Rasulullah. "Allah SWT yang akan menerima 
langsung pahala orang-orang berpuasa," Begitu kata Rasul seperti yang ditirukan 
oleh Ustadz Basri.

Ceramah yang singkat itu terasa sejuk dan memikat. Setidaknya bagi jamaah 
tarwih yang memang berharap ridho dan ikhlas selama menjalankan puasa di bulan 
suci Ramadhan ini. Tentu saja bukan karena ikut-ikutan apalagi karena malu 
kepada sahabat atau orang-orang di sekitarnya.

Setelah ceramah selesai, pengurus mesjid juga menyampaikan nama-nama yang telah 
menyumbang bagi penyelenggaraan Ramadhan tahun ini. Juga, siapa-siapa yang akan 
memberi makanan ala kadarnya untuk berbuka puasa esok sore.

Namun demikian, penyelenggaraan tarwih malam ini sedikit terusik oleh anak-anak 
yang ribut dan lalu lalang di depan shaf jamaah. Juga, ternyata masih banyak 
anak-anak muda yang lebih memilih membakar petasan tidak jauh dari mesjid. Duh!

"Lain kali, tolong ibu-ibu tidak usah membawa anak kecil saat ke mesjid. Mereka 
dapat mengganggu konsentrasi para jamaah," Kata seorang pengurus mesjid melalui 
pengeras suara saat satu persatu jamaah meninggalkan mesjid seusai shalat witir.

Tamarunang, 11/08/2010
Powered by Telkomsel BlackBerry®

------------------------------------

Komunitas Blogger Makassar
http://www.angingmammiri.org/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/blogger_makassar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/blogger_makassar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke