hmm jadi persoalannya. adalah melihat atau tidak, bukan mengetahui, membaca, meyakini atau tidak... hmm...
sedang Tuhan pun kita percayai tanpa harus bisa melihat Nya. ..kalo begitu selesaimi persoalan paleng...:D jangangmi sensi kak Ira, ini cuman diskusi ji, ndak ada yang pasti benar... masing2 kita punya preference berbeda, tergantung pengalaman kita.. mungkin kalo saya secara personal dekat dengan penguasa dan so far merasa aman dan terlayani dengan baik, pasti saya akan jadi pembelanya... hanya saja, kalo ternyata pengalaman kita berbeda...yg kita baca di media dan sebagainya memberikan indikasi lain, mau ndak mau itu pasti akan mempengaruhi opini kita, walaupun kita sepenuhnya yakin media pun kadang salah juga menginterpretasikan fakta... ini hanya diskusi... toh seberapapun tegangnya urat kita membahas dan mendebat, toh ndak ada juga mungkin pengaruhnya utk Sinjai, apalagi sampai membuat pusing pak Rudi... kalo saya lihat ini hanyalah upaya kita mengasah kemampuan membaca situasi...karena suatu saat kita yang akan menjadi subyek, obyek sekaligus predikatnya...heheh (apami itu...) On 6/12/08, - I r a P u s p i t a - <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Cuman baca kan? Tidak lihat dengan mata kepala sendiri..... > > . > > > -- salama' daengrusle http://daengrusle.com "Which is it, of the favors of your Lord, that ye deny?" (QS. Ar-Rahmaan)
