Sumber :
http://ongisnade.wordpress.com/2008/03/01/akhirnya-nurdin-halid-tidak-diakui-fifa/

[image: Nurdin Halid]Bagaimana perasaan anda apabila memimpin sebuah
organisasi tetapi anda sudah tidak diakui lagi sebagai pemimpin oleh
otoritas tertinggi organisasi anda? Tanyakan hal tersebut kepada sosok Ketua
Umum PSSI, Nurdin Halid. Tapi terlebih dahulu anda harus menyesuaikan jadwal
berkunjung sesuai jadwal jam kunjung Lapas. Aneh memang, tapi bukan hanya
kita yang hanya sebatas meminta jawaban atas sebuah pertanyaan, anggota PSSI
pusat dan daerah hingga anggota EXCO pun harus berkunjung ke tahanan untuk
melaksanakan rapat PSSI.

Mungkin seorang Sepp Blater berpikir mau ditaruh dimana muka otoritas
tertinggi sepakbola dunia apabila nantinya hendak menemui salah satu ketua
anggota federasi mereka di sebuah tahanan? [image: :D]

Bukan itu memang alasan utama FIFA akhirnya dengan sangat tegas mencoret
nama Nurdin Halid sebagai ketua umum PSSI di website resmi mereka.
Pencoretan ini merpakan bukti bahwa FIFA tidak akan main-main dengan semua
sandiwara PSSI selama ini.

Dari harian *Jawapos
<http://jawapos.com/index.php?act=detail_c&id=328465>*dilaporkan
:

*FIFA Sudah Tak Akui Nurdin*

Ketua Umum PSSI Nurdin Halid boleh saja ngotot bertahan. Tapi, federasi
sepak bola internasional (FIFA) sudah tak lagi mengakui namanya sebagai
Ketua Umum PSSI.

Bahkan, oleh FIFA, nama Nurdin sudah dihapus dari struktur kepengurusan
otoritas sepak bola Indonesia. Bukti ketegasan FIFA itu tergambar dalam
situs resminya.

Dalam situs www.fifa.com, nama Nurdin tak lagi dicantumkan sebagai ketua
umum PSSI. Dalam situs tersebut, nama pria asal Sulawesi Selatan itu diganti
dengan inisial TBD (to be determined) yang berarti akan segera diputuskan.

Yang tercantum di situ hanya nama Nirwan D. Bakrie sebagai wakil presiden.
Terdapat pula nama Sekretaris Jendral Nugraha Besoes, Bendahara Hamka
Yandhu, serta komite media Mafirion.

"Nama Nurdin sudah dihapus. Itu jelas sebagai bukti konkret bahwa FIFA
benar-benar tidak main-main untuk meminta PSSI berbenah," tutur Benny Erwin,
sekretaris umum Persija Jakarta kemarin (29/2).

Untuk itu, dia menyarankan agar PSSI segera memenuhi perintah FIFA. Tanda
patuh tersebut tentu saja dengan menjalankan dua teguran yang sekitar
sebulan lalu dilayangkan FIFA ke PSSI.

Seperti diketahui, FIFA meminta PSSI untuk segera merampungkan revisi
pedoman dasar. Revisi itu harus sudah selesai paling lambat 5 Mei nanti.
Setelah revisi kelar, tiga bulan kemudian PSSI sudah harus mengadakan
pemilihan ulang kepengurusan, tak terkecuali pemilihan kembali ketua umum.

"Kalau PSSI tetap membangkang, tentu itu akan jadi bumerang. Sebelum batas
akhir, PSSI harus segera punya ketua umum baru. Saat ini, kami sudah memulai
gerakan nyata untuk itu. Masih ada banyak figur yang bisa memimpin PSSI,"
tegas Benny Erwin.

"Ya sudah, tidak ada alasan lagi bagi PSSI. Revisi pedoman dasar memang
tetap harus menjadi fokus. Tapi, saat ini, jalan pemilihan ketua umum juga
sudah harus dimulai," sambung Eddy Elison, pengamat sepak bola nasional.

Namun, Eddy mengingatkan agar anggota PSSI tak gegabah dalam melangkah.
Dalam memilih ketua umum PSSI yang baru, Eddy berharap agar tidak asal
tunjuk. "Jangan pilih yang petualang. Pilih yang punya komitmen. Nirwan
Bakrie bisa jadi contohnya," tambahnya.

"Figur Arifin Panigoro juga layak. Untuk mendorong ini semua, kami akan
mendatangi pengda-pengda dan klub-klub. Saya sendiri akan keliling
Sumatera," imbuh Benny Erwin.

Bagaimana reaksi PSSI dengan tidak diakuinya Nurdin oleh FIFA? Sejauh ini,
belum ada statement resmi dari PSSI. Mafirion yang bertindak sebagai juru
bicara PSSI ketika dikonfirmasi enggan mengangkat telepon genggamnya.

Hanya, sebelumnya, dia sempat menegaskan bahwa PSSI akan mematuhi semua
perintah FIFA. "Malu juga kan kalau PSSI dibekukan ketika nama saya
tercantum sebagai pengurus," tutur Mafirion beberapa hari lalu. (fim/diq)




-- 
Asri Rachman

YM : internetkidx
GTalk : kidx13
http://kidx13.sonix-er.com
http://kidx13.wordpress.com

Kirim email ke