On 2/15/08, Selai Mutiara <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> jadi tidka benar kalau saya dibilang mengeralisir film2 Indonesia, walaupun 
> memang lebih sering skeptis sama film2 Indonesia..
>  mau tahu panduan saya dalam menonton dilm Indonesia ?
>
> di sini : http://catatansipil.blogspot.com/
>  dan di sini : http://sinema-indonesia.com/neo/
>
> well...mungkin itu yang bikin saya jadi skeptis...hehehe..
>

Pernah dengar istilah... "you will never know until you try it by yourself"
hehehehe..

Sama seperti wisata kuliner..
orang bilang coto di Gagak paling enak.
saya bilang coto di Ranggong paling enak.
akhirnya saya pergi membandingkan.. ternyata memang di Ranggong tetap
lebih enak, menurut lidah saya.

orang bilang konro Karebosi lebih enak
ada sumber mengatakan, konro Daeng Tata lebih enak lagi
dan ketika saya mencoba kedua tempat dengan lidah sendiri, ternyata
memang konro Daeng Tata lebih enak.

Sama seperti makanan, untuk urusan men-judge baik tidaknya sesuatu,
saya lebih prefer untuk mencobanya sendiri kemudian memberi komentar
tentang sesuatu itu..
Juga demikian untuk nonton film.

Saya sependapat dengan Sultra..
saya lebih anti dengan sinetron di TV daripada film bioskop karya Indonesia.
kalau di tipi memang gratis, tapi lebih banyak lagi yang tidak mutu..
itu yang sangat disayangkan...

Yah.. gitu deh..
Btw saya sudah nonton film ini.
Satu kata saja untuk film ini.

BAGUS!!

Worthed to watch :)
jangan lihat dari pemainnya yang memang muka2 yang tidak asing lagi.
Tapi lihat dari isi ceritanya tawwa. Bagus sekali. Dan tidak melulu
tentang cinta yang terlalu romantis. Tapi tentang cinta secara umum.
Di sana ada 5 cerita tentang 5 karakter cinta :)
Banyak pesan moralnya.

Saya berani ngomong ini karena saya sudah nonton hehehe..
Dan saya mau nonton lagi! Karena bagus ki.


-- 
Peace, Love and Smile :)
Rara
-=[God bless you!]=-
--
Pulang
http://i-rara.com/2008/02/17/pulang/

On Store, 'Teen World : Ortu Kenapa Sih?' - Juni 2006, Penerbit Cinta
http://preview-teenworld.blogspot.com/

Kirim email ke