untuk ibu imelda, tulisan anda tersebut sangat menyentuh sekali dan
mengingatkan saya kepada yang telah berpulang ke rahmatullah.
memang kalau yang namanya ibu itu adalah orang/ wanita terhebat, tersabar
dan ter-ter lainnya yang menunnjuk ke sisi positif tentunya.
selayaknya kita menghormati ibu kita ini lebih dari kepada yang lainnya,
bahkan dalam islam rasulullah pernah ditanya oleh salah seorang sahabatnya
(maaf lupa hadits secara detilnya) tentang siapa yang selayaknya harus
dihormati, kasihi dan dibalas pengorbanannya, rasulullah menjawab ibumu,
ibumu, ibumu sampai tiga kali jawaban dari tiga pertanyaan sahabat tersebut
baru yang keempat jawabannya bapakmu.

jasa seorang ibu dapat saya saksikan sekarang saat istri saya merawat dan
mengasihi anak kami yang pertama, tidak kenal ngantuk, tidak kenal lapar
tidak kenal sakit  dan tidak kenal hal lainnya yang sebenarnya dia sendiri
memerlukan untuk melakukannya, disaat anak kami minta 'nete' atau minta
digendong atau keadaan lainnya, seperti kalau pipis, kalau bab, istri saya
selalu memberinya dan atau melayaninya seakan tak peduli dengan keadaan
dirinya sendiri, hal ini saya hanya lihat pada sore hari sepulang saya
kerja sampai kami tidur dan disela-sela tidur saat terjaga karena tangisan
si kecil dan juga pagi hari saat saya mau berangkat kerja, hanya beberapa
jam saya melihatnya saya merasa salut terhadap istri saya dan saya sering
membayangkan saat saya tidak ada, saat istri saya sendirian (berdua dengan
anak kami) bagai mana dia melakukan segalanya, ya kalau ada saya saya
sering membantu untuk  hal-hal yang dapat saya lakukan, umpamanya kalau
anak kami pipis saya menggantikannya, kalau anak kami rewel saya sering
menggendongnya.
wah maaf nih tulisannya kepanjangan, pokoknya kalau cerita soal perempuan
yang namanya ibu/ mama/ mami/ emak/ mbok dll ini seakan tak akan ada habisnya.

kepada netters lainnya kalau tidak berkenan karena kepanjangan dengan email
saya ini mohon dihapus saja.

demikian dari saya dan mari kita renungkan apa yang telah kita balas jasa
kedua orang tua kita ?

Wassalaam

A Kustolani N

Website : http://kustolani.tripod.com
        http://www.kustolani.50megs.com



At 08:24 PM 7/11/01 -0700, you wrote:
>Naahh ini nih...
>
>Buaghuusshh.....tenann... 
>
>
>--- "Imelda, Pasni" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> Terburu-buru
>> (Gina Barrett Schlesinger - Chicken Soup for the
>> Woman's Soul)
>> 
>> Aku sedang terburu-buru.
>> Aku berlari lewat ruang makan kami dengan pakaian
>> terbaikku, memusatkan perhatian agar siap untuk
>> pertemuan pagi ini. Gillian, putraku yang berusia
>> empat tahun, menari-nari sambil mendengarkan lagu
>> tua
>> kesenangannya, "Cool" dari West Side Story.
>> Aku terburu-buru, karena nyaris terlambat. Tetapi
>> suatu suara kecil di dalam diriku berkata, Stop.
>> Maka aku pun berhenti. Aku melihat anakku. Aku
>> meraih
>> dan menggenggam tangannya, lalu memutar-mutarnya
>> berkeliling. Anakku yang berusia tujuh tahun,
>> Caitlin,
>> masuk ke dalam orbit kamu, lalu aku pun
>> merengkuhnya.
>> Kami bertiga berdansa jitterbug di sekeliling ruang
>> makan dan ruang duduk. Kami tertawa dan
>> berputar-putar. Apakah para tetangga bisa melihat
>> kesintingan kami lewat jendela? Tak jadi soal. Lagu
>> itu berakhir dengan meriah dan tarian kami pun
>> berakhir bersamanya. Aku menepuk pantat mereka dan
>> menyuruh mereka mandi.
>> Mereka naik ke atas tangga, terengah-engah, dan tawa
>> mereka menggema di dinding. Aku kembali ke urusanku.
>> Aku sedang membungkuk untuk memasukkan kertas-kertas
>> kerja ke dalam tas, ketika aku mendengar anakku yang
>> lebih kecil bicara pada kakaknya, "Caitlin, bukanlah
>> Mama kita adalah yang terbaik?"
>> Aku terpaku. Andaikan aku tadi terburu-buru dalam
>> hidup ini aku pasti akan kehilangan saat itu.
>> Ingatanku melayang ke piagam demi piagam dan diploma
>> yang memenuhi dinding kerjaku. Tak ada piagam maupun
>> penghargaan yang kuperoleh mampu menandingi yang
>> satu
>> ini: "Bukankah Mama kita adalah yang terbaik?"
>> Anakku mengatakan hal itu pada usia empat tahun. Tak
>> kuharapkan ia mengatakan hal itu pada usia 14 tahun.
>> Tetapi pada usia 40, jika membungkuk di atas peti
>> kayu
>> untuk mengucapkan selamat jalan kepadaku, aku ingin
>> ia
>> mengatakan hal itu lagi.
>> "Bukankah Mama kita adalah yang terbaik?"
>> Perkataan itu tak bisa dimasukkan ke dalam curiculum
>> vitae-ku. Tetapi aku ingin itu dituliskan pada batu
>> nisanku.
>> 
>
>

>> Rayakan ultah putra/i Anda dengan kue Teletubbies dll! Klik, 
>http://www.indokado.com/kueultah.html
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]





Kirim email ke