Hallo rekan netter semua,
Saya mau sharing pengalaman saya ke dokter THT Sabtu kemarin.
Anak saya, Hana, usia 20 bulan sejak bayi kadang2 suka terkena batuk pilek,
umumnya karena ketularan dari anggota lainnya di rumah. Kira2 satu bulan yang
lalu Hana terkena batuk pilek karena mungkin tertular neneknya (ibu saya red).
Karena sudah saya coba obati dengan mucopect dan triaminic batuk pileknya nggak
sembuh2, akhirnya saya bawa dia ke dokter spesialis anak. Oleh dokternya dia
diberi antibiotic dan obat batuk sirup. Setelah antibiotiknya habis dia sembuh,
cuma sebelum dia sembuh dia sempat menularkan batuk pileknya ke saya. Pada saat
saya tertular, saya ditimpa musibah, ayah kandung saya meninggal sehingga
membuat saya kurang tidur dan cape sehingga batuk pilek saya tambah parah dan
lebih berat dari yang Hana. Kemudian karena Hana jadi rewel ditinggal kakeknya,
mau nggak mau walaupun sakit saya harus mengurus dia karena dia nggak mau sama
pengasuhnya sehingga akhirnya dia tertular lagi. Karena kebetulan juga batuk
pileknya lebih berat disertai demam akhirnya saya memutuskan untuk pergi dokter
THT di Jl. Sawo Menteng, namanya Prof. Dr. Hendarto Hendarmin. Ketika pertama
kali dia tanya apa keluhannya, saya bilang Hana terkena batuk pilek dan sudah
dibawa ke dokter anak dan dikasih antibiotik dan sudah sembuh tetapi tertular
lagi oleh. Dia tanya apa sering Hana terkena batuk pilek, saya kasih tahu dia
memang kadang suka batuk pilek dan biasanya lama sembuhnya. Dia langsung tanya
apa Hana masih pakai botol kalau minum susu formula. Saya jawab iya karena saya
baru mau mulai memberhentikan ASI. Rencana saya, saya akan berhentikan ASI
terlebih dahulu kemudian baru akan saya ajari untuk tidak menggunakan botol
lagi. Dokter Hendarto bilang mulai hari ini tidak boleh lagi menggunakan botol
dia juga kasih saya artikel mengenai pengaruh penggunaan botol susu yang bisa
menyebabkan radang telinga. Kemudian untuk meyakinkan saya dia suruh Hana test
audiometri, ternyata hasilnya grafik Hana tidak terlalu bagus alias pendengaran
dan hidungnya sudah terkena pengaruh buruk dari penggunaan botol. Menurut dokter
Hendarto sebaiknya penggunaan botol dibatasi sampai anak berumur 1 tahun. Pada
saat yang bersamaan ada tiga pasien lainnya yang juga masih balita, 2
diantaranya sudah berumur 3 tahun dan 1 masih dibawah 1 tahun (+/- 11 bulan),
ketiganya mempunyai permasalah yang sama dengan Hana. Mereka juga suka terkena
batuk pilek yang lama dan setelah dites juga sudah terkena pengaruh buruk dari
penggunaan botol.
Jadi berdasarkan apa yang saya lihat dan dengar saya cuma memberi saran
sebaiknya penggunaan botol dibatasi sampai anak berumur 1 tahun (seperti saran
dokter Hendarto) khususnya bagi mereka yang mempunyai keluhan batuk pilek dan
juga lahir prematur (seperti anak saya). Semuanya terserah bapak ibu sekalian
apakah masih ingin membiarkan penggunaan botol pada anak diatas 1 tahun, bapak
ibu sendiri bisa mengukur kondisi anaknya masing2. Saya rasa kalau tidak ada
keluhan seperti lahir normal, dan tidak sering terkena batuk pilek mungkin tidak
apa2. Tapi menurut saya mencegah lebih baik daripada menyembuhkan.
Salam, semoga info saya berguna. Mungkin rekan netter ada yang ingin
menambahkan.
Intan, Mamanya Hana
>> www.jajak.com >> Pilih jawabannya dan rebut hadiahnya <<
>> Kirim bunga ke-20 kota di Indonesia? Klik, http://www.indokado.com
>> Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
Etika berinternet, email ke: [EMAIL PROTECTED]
Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]