dear mamanya dafi dan para netters,
Sejak awal sebetulnya saya sudah berlangganan babycenter spt yang mama dafi
sarankan, baca-baca bbrp buku psikologi anak, jadi penggemar Leila Ch
Budiman,... tapi saya masih bingung dengan sikap yang harus saya ambil
menghadapi aya (16,5 bulan). Kata ayahbunda, ada fase anak dimana dia merasa
'menjadi pusat dunia', kalau tidak salah usia 2-3 tahun. Tapi sepertinya
saya sudah mulai menghadapinya. Kalau dilarang atau tidak dituruti
kemauannya, aya sekarang jadi suka menangis keras, dan kadang sampai muntah.
Sepertinya sih belum sampai taraf 'vomiting on demand', cuman muntah karena
fisiologis akibat nangis. Tapi akibatnya saya jadi cenderung 'lebih baik
memperbolehkan'drpd nantinya dia nangis (dan muntah).
Saya juga jadi bingung sendiri batas-batas boleh dan tidak. Padahal kita kan
harus konsisten. Disamping itu saya juga nggak mau aya jadi memanfaatkan
tangis sebagai senjata untuk mendapatkan sesuatu.
Kata buku psikologi sih, jangan berkata 'jangan', biarkan anak
bereksplorasi, dst. Dari sini sih saya cenderung menuruti saja apa maunya,
kecuali yang berbahaya, tentu, misalnya kabel/listrik. Tapi efeknya selain
babysitter saya yang tidak setuju, dia juga manja sekali pada saya. Kalau
saat saya bekerja dia bisa mainan dengan 'manis' diruang depan, begitu saya
pulang dia minta gendong dan minta macam-macam.
Kalau kebetulan barang yang dipegang berbahaya dan saya bermaksud menukar
dg yang lain, dia nggak akan mau dan barang tsb malah dibanting. Kata buku
psikologi juga dialihkan perhatiannya, tapi bagaimana caranya, wong dia
kalau sudah 'keukeuh' minta itu ya harus itu. Ditunjukin buku yang dia
senangi pun nggak akan mempan.
Saya juga sering mencoba untuk mengajak bicara baik-baik untuk meredakan
tangisnya, atau pernah juga saya coba membiarkan dia menangis dulu, baru
saya dekati. Keduanya membuat dia menangis lebih kencang. Apalagi kata
Daniel Coleman kita nggak boleh 'membiarkan' emosi anak....ya saya makin
bingung, apa sebetulnya ada kesalahan perlakuan dari saya, atau baby
sitternya shg dia jadi seperti itu, ya.. soalnya dulu dia nggak se'keras'
ini. Atau dia memang sedang dalam fase ini, tapi bagaimana cara saya
menghadapinya supaya bisa 'lolos' dan nggak salah treatment seperti yang
dibilang mamanya dafi,...
Mungkin sepertinya sepele ya, tapi bukankah kita (orangtua) yang memberi
warna bagi anak-anak kita,... dan itu semua tergantung dari apa yang kita
lakukan terhadap mereka, kan...
Mohon maaf kepanjangan, ada yang bisa bantu saya ? pak khoerul bisa share
apa yang dialami ?
Tks & salam manis,
-ibunya aya-
"mamanya Dafi " wrote :
> Pak,
> Mungkin buku-buku seperti itu bisa didapat di toko
> buku besar misalnya karangan dokter Brezelton.
> Tapi kalau bapak punya akses internet, lebih praktis
> kalau kita langganan newletter gratis dari web site
> per bayi an misalnya seperti baby centre atau pampers
> institut, jadi saat anak bapak tambah umur (bulan atau
> tahun) mereka kirimkan artikel yang sesuai dengan
> perkembangan fisik dan metal anak bapak. Kalau bagi
> saya ini sangat praktis dan sesuai dengan kebutuhan
> saat itu. Tapi bedasarkan perkembangan yang saya
> lihat, anak akan akan mulai menunjukkan identitas dan
> egonya mulai umur 2 tahun, antar 2-3 tahun adalah masa
> yang rawan dari segi pembentukan kepribadian sehingga
> jika kita salah treatment terhadap tingkah laku anak
> maka akan berpengaruh pada kepribadiannya di masa
> datang.
>
> Mamanya Dafi
>
Info balita, http://www.balita-anda.indoglobal.com
->Aneka kado pilihan untuk anak, http://www.indokado.com/kado.html
Etika berinternet, kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Berhenti berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]