|
??? Kok aneh?? Toh nginepnya kan gak bareng dia....kalau saya jadi
ibu...saya gak kasih ijin .... he..he...
Tapi ntar Sabtu saya ajak nginep di Puncak sebagai gantinya.
Abis....kok saya rada kuatir ya sama kegiatan yg sifatnya
rombongan....suka gak terkontrol.
Salam,
Fenty
-------Original Message-------
Date: Tuesday, June 15,
2004 11:22:37
Subject: Re:
[balita-anda] Tidak Boleh Rekreasi, Siswa SD Bunuh Diri
justru, ngga dibolehin ortu ikut makanya kita juga jadi
kepikiran
Pusing kan, Mbak?
Tks
Renny
ortuygmungkinoverprotectya?
----- Original Message -----
From: fenty
Sent: Tuesday, June 15, 2004 11:04 AM
Subject: Re: [balita-anda] Tidak Boleh Rekreasi, Siswa
SD Bunuh Diri
Lebih baik papi atau
maminya cuti 1 hari, dampingin anak, ikutan ke Puncak jagain....jadi lebih
aman....
-------Original
Message-------
Date: Tuesday, June
15, 2004 10:28:27
Subject: Re:
[balita-anda] Tidak Boleh Rekreasi, Siswa SD Bunuh Diri
Aduh....amit-amit
deh....
Pagi ini, aku
barusan melarang anakku No. 2 (klas 6 SD) untuk ikut acara
perpisahan
sekolahnya di Puncak (nginap 1 hari).
Sebenarnya sudah 3
hari ini aku dan suami ngomongin ke anakku dengan
berbagai
pertimbangan tentunya.
Dan Ayu keliatannya
ngerti.
Tiba-tiba, barusan
saya di telpon anakku, katanya pengen ikut. Aku tetap
katakan kalau tunggu
aku dan suami pulang kantor baru kita bahas.
Berhubung acaranya
besok (16 s/d 17 Juni), Ayu minta jawaban segera.
Help...help..........tks
Renny
----- Original
Message -----
Sent: Tuesday, June
15, 2004 9:22 AM
Subject:
[balita-anda] Tidak Boleh Rekreasi, Siswa SD Bunuh Diri
Satu lagi yang sangat memprihatinkan ....
Tidak Boleh Rekreasi, Siswa SD Bunuh Diri
SURABAYA (Media): Miftakhul Jannah, 12, siswa kelas enam SD Negeri
Karang Malang,
Gresik, ditemukan tewas gantung diri di rumah neneknya di
Desa Karang Malang,
Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Minggu (20/6) sore.
Alasan Miftakhul nekat mengakhiri hidupnya karena tidak
diperbolehkan orang
tuanya mengikuti acara rekreasi ke Kota Malang yang akan
diadakan
sekolahnya.
Kemarin, jenazah anak dari pasangan Suti dan Paryono yang kini
tinggal di Bali,
diautopsi di RSUD Dr Soetomo Surabaya. Usai diautopsi,
jenazah anak kedua
dari empat bersaudara tersebut langsung dibawa pihak
keluarga ke Desa
Karang Malang, Kecamatan Balong Panggang, Kabupaten Gresik,
untuk
dimakamkan.
Menurut penuturan Atun, salah seorang anggota keluarga korban,
selama ini dia
dititipkan orang tuanya ke Sumi, neneknya yang tinggal di
Desa Karang Malang.
Sementara kedua orang tuanya berjualan tempe di Bali.
Hampir sepanjang hidupnya Miftakhul tinggal dengan neneknya di desa
itu. Kedua orang
tuanya hanya mengirim uang untuk biaya sekolah dan jajan.
Tapi, sudah tiga
bulan terakhir kiriman uang dari orang tuanya macet.
Hari-hari ini Miftakhul tinggal menunggu kelulusan dari sekolahnya.
Bersamaan dengan
itu, dia hendak mengikuti acara rekreasi sehingga minta
uang ke orang
tuanya. Namun, orang tuanya tak mengizinkan. ''Karena kecewa,
kemungkinan dia
milih bunuh diri,'' kata Atun.
Sebelum gantung diri, imbuh Atun, Miftakhul sempat menulis surat di
atas secarik kertas.
Dalam surat tersebut, siswa SD ini menulis tentang
kekecewaannya pada
orang tuanya yang tidak mengirimi dia uang sebesar Rp60
ribu untuk biaya
rekreasi.
Sementara Sumi, nenek almarhum, yang pertama menemukan cucunya bunuh
diri. Ketika itu,
Salimah, salah satu keluarganya dari Bangkalan datang ke
rumah Sumi. Karena
Sumi berada di sawah, maka Salimah mencari Miftakhul.
Mendengar ada tamu, Sumi buru-buru pulang. Sebelum masuk rumah, Sumi
masih menyempatkan
diri membeli minyak tanah. Setelah itu barulah Sumi masuk
ke rumahnya mencari
Miftakhul.
Alangkah terkejutnya dia saat masuk kamar karena melihat tubuh cucu
kesayangannya
tergelantung dengan posisi leher terikat kain. Sumi pun
berteriak histeris.
Beberapa orang tetangganya berdatangan ke rumah Sumi
karena mendengar
teriakan itu. Lalu, mereka langsung membantu menurunkan
jasad siswa SD
tersebut dari tempatnya tergantung.
''Saat diturunkan dia masih bernapas, tapi karena panik neneknya
memberi minum. Tak
lama kemudian, Miftakhul menghembuskan napas
terakhirnya,'' kata
Bripka Seno dari Polsek Balong Bendo yang ikut mengantar
jenazah korban ke
RSUD Soetomo. Namun, sebelum meninggal, keluarga korban
sempat membawanya ke
Rumah Sakit Umum Bunder Gresik.
Tapi, karena kematiannya tidak wajar, jenazah Miftakhul dibawa ke
RSUD Dr Soetomo
untuk diautopsi. Petugas kini berusaha mengungkap di balik
tindakan bunuh diri
itu dengan barang bukti secarik kertas. (FL/V-2)
Tri Agus
**********
Divisi Tresuri Bank BNI
_____________________________________
We are Merapi!
Dedicated for
Service Excellence
---------------------------------------------------------------------
.
____________________________________________________
IncrediMail - Email has finally evolved -
Click Here
_____________________________________
We are Merapi!
Dedicated for Service Excellence
|