Kok, Belum Bisa 'Push Up'?

Umumnya bayi usia 4 bulan sudah mulai bisa mengangkat tubuhnya sendiri
dengan menopang siku. Tapi mengapa beberapa bayi belum bisa melakukannya?

"Duh, lucunya bayi Ibu. Berapa umurnya?" tanya seorang ibu pada tetangganya
yang sering berkereta dorong membawa bayinya ke mana-mana.
"Empat bulan..."
"Sudah bisa apa?"
"Belum bisa apa-apa, balik badan saja belum bisa..." kata tetangga itu,
prihatin.

Pada usia 4 bulan, kebanyakan bayi secara sadar telah mampu menopang kepala
dan lehernya, serta mendorong badannya dengan menggunakan siku tangan
(mirip posisi push up). Kemampuan mengangkat tubuh ini akan meningkat,
sehingga di usia 4 bulan ke atas bayi sudah mulai dapat membalikkan badan,
menggeser dan menggulingkan badan.

Namun kenyataannya, banyak bayi usia 6 bulan yang masih belum mampu
melakukannya. Betul, kemampuan seorang bayi memang tidak dapat dibandingkan
dengan bayi lain. Masalahnya, kadang ketidakmampuan itu terjadi karena bayi
tidak diberi kesempatan untuk mengasah diri.

Kebanyakan Tidur Telentang?

Sebagian dokter anak percaya, salah satu penyebab penundaan kemampuan
mengangkat dan membalik tubuh, bergeser, berguling dan kemudian merangkak,
adalah karena bayi selalu ditidurkan secara telentang.
Ada apa dengan tidur dalam posisi telentang? Posisi tidur ini sebenarnya
banyak dianjurkan untuk menghindari SIDS (sudden infants' death syndrome)
atau sindrom kematian bayi mendadak. Sayangnya, merujuk pendapat para
dokter anak tersebut, bisa menyebabkan tertundanya perkembangan tubuh di
bagian atas. Pendapat ini diperkuat oleh dua buah penelitian terbaru di
Inggris.

Penelitian tersebut dilakukan terhadap bayi berusia 6 bulan. Tujuannya
adalah melihat peningkatan kemampuan motorik bayi yang dibiasakan tidur
dengan posisi telentang dan telungkup. Hasilnya, bayi yang ditidurkan
telentang peningkatan kemampuan motoriknya -- semisal kemampuan mengangkat
tubuh (push up) dan berguling - ternyata jauh lebih sedikit ketimbang bayi
yang dibiarkan tidur telungkup. Beberapa penelitian lain, semisal dari
Klinik Wichita, Newton dan publikasi Archives of Pediatric and Adolescent
Medicine pun senada: bayi yang lebih banyak tidur telentang jauh lebih
kecil kemungkinannya untuk bisa berguling pada usia 4 bulan ketimbang bayi
yang tidur telungkup.

Kekuatan Otot Atas Tak Berkembang

Bu, Pak, masyarakat kita umumnya menidurkan bayi dalam posisi telentang.
Bahkan biasanya bayi juga ditidurkan dalam keadaan dibedong kuat-kuat dari
kaki hingga ke pundak. Posisinya tidak hanya telentang, tapi juga kaku
seperti mumi atau batang pohon. Lantas, apakah hanya itu yang menyebabkan
kurang berkembangnya kemampuan otot bayi?
John Katwinkel, ketua sebuah akademi pediatrik yang menangani masalah gerak
bayi dan SIDS di Amerika Serikat menyatakan, tidur telentang tidak melulu
menjadi penyebab terhambatnya kemampuan bayi dalam perkembangan motoriknya.
"Masalah keterhambatan juga bisa terjadi bila orangtua terlalu sering
menaruh bayi pada tempat duduk bayi atau ayunan bayi, sehingga bayi tidak
dapat mengembangkan kekuatan otot-otot bagian atasnya," terangnya.

Bayi yang menghabiskan waktu di tempat tidur, kereta dorong, gendongan,
kotak bermain (playpen) atau alat bantu jalan (baby walker) biasanya memang
hanya punya sedikit kesempatan untuk berlatih mengangkat dan menahan tubuh
dengan tangan serta lutut. Dan tentu saja, jauh lebih sedikit lagi
kesempatan mereka untuk mencoba menggerakkan tangan dan lutut. Kalau
begitu, mungkin kita perlu mengurangi sedikit 'ketergantungan' bayi (dan
kita) terhadap gendongan, kereta bayi, baby walker dan sejenisnya, ya? b
Rahmi Hastari

Tiada Hari Tanpa Telungkup

Penelitian di Inggris menemukan fakta lain. Kekuatan otot atas seorang
bayi, menurut penelitian tersebut, akan hilang dengan sendirinya saat ia
berusia 18 bulan. Itulah sebabnya, para peneliti tersebut menganjurkan
orangtua mulai melatih bayinya melangkah lebih dini -- misalnya pada usia
sekitar 3 bulan -- untuk menstimulasi perkembangan kakinya.

Selain itu, setiap hari bayi sebaiknya diberi kesempatan untuk menelungkup
(jangan lupa memberi alas berupa selimut atau karpet) di lantai. Lamanya,
terserah kesanggupan bayi. Pada posisi telungkup ini, secara spontan atau
instingtif bayi akan mencoba mengangkat tubuh dengan menggunakan siku atau
tangannya (posisi push up). Ini akan membantu mengembangkan kekuatan leher,
punggung, dan otot-otot bagian atas lainnya. Disarankan pula tak membiarkan
bayi duduk lebih dari 1 jam (60 menit) di dudukan khusus bayi (kereta
dorong, kursi bayi dan sejenisnya). Namun saat tidur, bayi disarankan dalam
posisi telentang untuk mengurangi risiko SIDS. Rahmi

Sumber: Tabloid Ibu & Anak


_________________________________________________________________
The information transmitted is intended only for the person or entity to
which it is addressed and may contain confidential and/or privileged
material.  Any review, retransmission, dissemination or other use of, or
taking of any action in reliance upon, this information by persons or
entities other than the intended recipient is prohibited.   If you received
this in error, please contact the sender and delete the material from any
computer.


---------------------------------------------------------------------
>> Bunga untuk rayakan kelahiran ? ----> http://www.indokado.com/kelahiran.html
>> Info balita, http://www.balita-anda.com
>> Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke