Maaf ini email pertanyaannya :
Mau sharing aja tentang kejadian anak teman saya yang kena DB (5Y4M) Setelah panas tinggi selama 3 hari, periksa darah dan hasilnya trombosit masih 200 rb, dan didiagnonis dokter sakit typus. Selama 2 hari di rumah, behavior anak tetap bermain, tapi setelah 2 hari langsung lemas. Periksa darah, trombosit langsung drop 20 ribu dan langsung masuk ICU. Sempat transfuse darah, trombosit 14 ribu dan anak mengalami shock. Paru-paru mengalami perembesan, cairan masuk ke paru-paru dan akhirnya tidak tertolong. Setelah tanya ke dokter, kenapa panasnya tdk seperti plana kuda, dan trombosit bias langsung drop dalam 2 hari seperti itu??? Si dokter bilang ini merupakan virus DB terbaru, dimana tidak ada bintik merah, panas tidak seperti plana kuda dan katanya virus strain terbaru dari DB, alias strain 24 Di email2 sebelumnya tentang subject varian DB, memang sudah sangat jelas, apalagi dari mas Den Bagus Yang mau ditanyakan, jika benar2 ada strain baru dari virus DB, selain perbandingan antara HT & HB juga trombosit, IgM, yang patut kita ketahui, harus apa lagi???? Gimana pendapat bunda, bu dokter, pak dokter dan SPs lainnya tentang strain ini. Sy juga lagi mencoba browsing tentang virus DB ini //Wassalam Ayahnya Nadhira [Non-text portions of this message have been removed] ________________________________ From: Dewi Damayanti Sent: Friday, February 05, 2010 4:12 PM To: '[email protected]' Subject: RE: [Ayahbunda-Online] Anak panas tp cuma 1x, kenapa ya? Mom, Tambahan ilmu ya tentang DBD (saya ambil dari milis sebelah yang memang mengkhususkan diri membahas masalah kesehatan) : Yth. Bpk Moh. Imam Assalamu'alaikum Saya coba memberikan pendapat ya... Di majalah, tahun 2004, pernah diberitakan Dinkes Jakbar pernah mengirimkan sampel darah ke CDC. Dan dari sample tersebut ditemukan strain baru. Namun, belum ada bukti ilmiah ada korelasi antara keparahan DBD dengan strain baru tersebut. Di samping itu, informasi tersebut bukan diperoleh dari journal ilmiah. Akar masalahnya, saya pikir bukan pada strain baru tersebut, namun DBD dengan strain yang sudah dikenal (den 1, 2, 3, dan 4) dapat mengakibatkan kematian, terlepas dari strain baru tsb. Tingkat keparahan bukan hanya dipengaruhi oleh strain virus, melainkan juga respon imun pasien.. Penjelasannya bisa cukup kompleks.Yang penting, bila kita curiga infeksi dengue, dokter perlu waspada bahwa dapat terjadi dengue shock syndrome. Dan untuk orang tua, pastikan kebutuhan cairan terpenuhi (minum banyak) dan awasi tanda-tanda kegawatdaruratan (anak gelisah, lemas, muntah terus menerus, tidak sadar, tangan dan kaki teraba dingin, kejang, muntah darah, dan berak berwarna hitam). Untuk dokter, menurut saya perlu dipahami betul perjalanan klinis infeksi dengue. Contoh pada kasus tersebut (sebelumnya mohon maaf bila saya salah interpretasi), pada anak yang demam 3 hari kemudian dicek ternyata trombosit masih 200 rb, belum bisa memastikan bahwa bukan demam dengue atau demam berdarah dengue (DBD). Kecurigaan DD/DBD tetap harus berdasarkan klinis, artinya pada anak demam, apabila bukan disebabkan ISPA, ISK, otitis media, atau infeksi lain, maka kita mesti curiga demam berdarah. Kalau pun trombosit dan hematokrit masih normal, ada kemungkinan terjadi penurunan trombosit dan peningkatan hematokrit dalam 1 - 2 hari ke depan. Jika kita curiga DD/DBD berdasarkan klinis, tidak ada salahnya bila dilakukan pemeriksaan darah ulang 1 hari berikutnya. Kemudian yang dimaksud plana kuda bukan demam yang naik turun selama 3-5 hari, melainkan satu siklus yang meliputi: demam selama 3-5 hari, kemudian suhu badan turun selama 2 hari (fase kritis), kemudian naik lagi pada masa penyembuhan. Perlu juga diingat gejala DD/DBD bisa berupa gejala klasik sehingga mudah dikenali, bisa juga berupa demam disertai gejala yang tidak spesifik. Yang dimaksud gejala tidak spesifik adalah flu like symptoms (gejala menyerupai flu) seperti radang tenggorokan, batuk, pilek. So, batuk, pilek, radang tenggorokan juga bisa terjadi pada DBD dan gejala tersebut tidak ditentukan oleh jenis strain. Untuk diagnosis DBD cukup berdasarkan gejala klinis, trombosit dan hematokrit. IgM tidak perlu (meski saya pernah menyebutkan bisa membantu diagnosis), karena pemeriksaannya mahal, bisa false negatif, dan tidak bisa membedakan DD/DBD. semoga membantu, kalau salah mohon dikoreksi Den Bagus [Non-text portions of this message have been removed] ________________________________ From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Mama Na?a Sent: Thursday, February 04, 2010 7:52 PM To: Ayah bunda Subject: Re: [Ayahbunda-Online] Anak panas tp cuma 1x, kenapa ya? Hayaa.. Ãĸů jd takut :( Nαηα baik2 aja siy, masi lincah.. Ya buat jaga2 ãĸů rebusin angkak aja d.. Yg penting trombosit terjaga kan.. Ga masalah kan kl trombosit normal dikasih angkak? Papi n kakakku br aja keluar rs gejala db. Walaupun akhirnya bukan. †♓ªΩk's Mama Nαηα yg lagi bingung www.fortunashop.multiply.com
