Moms, sebelumnya thanks nih atas penjelasannya tentang IMD...
Btw masih ada satu yang saya bingung, sepertinya IMD cuma bisa dilakukan jika 
bayi dilahirkan dengan jalan normal bukan ? Apakah jika proses kelahiran 
dilakukan secara cessar, tetap memungkinkan untuk dilakukan IMD ?

Regards,

Nini
Mama Michelle

  ----- Original Message ----- 
  From: veagy wisnugupta 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, January 24, 2008 9:34 AM
  Subject: Re: [Ayahbunda-Online] RS yang ada IMD-->mom Michelle dan Irma



  halo mom michelle dan Irma....
  buat mom michelle, aku juga dulu ngga tau kok moms IMD itu apa, tapi setelah 
ikutan milis2 parent and child gini jadi mulai 'ngeh', bahkan CMIIW aja aku 
juga ngga tau hehehehe, kalo boleh aku share IMD itu INISIASI MENYUSU DINI, 
atau bahasa bule-nya ELO atau EARLY LATCH ON betul ngga yah moms, ngga pake 
kata menyusui tapi menyusu karena bukan kita yang ngasih payudara kita ke bayi, 
tapi bayi sesaat setelah dilahirkan, langsung diletakkan di dada ibunya untuk 
kemudian dia merangkak sendiri mencari puting payudara ibunya dan menghisapnya, 
kalo yang saya tangkap dari penjelasan Dr. Utami sih gitu yah, waktu itu juga 
ada di good morning sama Putri Tambunan dan mba Mia (AIMI - ASI) kalo ngga 
salah, tapi udah agak lama tayangnya, kurang lebih sih gitu, artikelnya sih 
bisa diliat di blognya tiara lestari, dia waktu melahirkan dulu juga IMD tapi 
saya ambil sedikit dari artikel di republika:

  Selasa, 17 Juli 2007
  Hadiah Berharga Pertama Bagi Kehidupan 
  Konsep pemberian makan bayi usia 0-6 bulan adalah ASI, ASI, dan ASI. 


  Sebentuk bayi mungil yang masih merah, rambut basah, dan mata merem tampak 
tengkurang di atas dada ibunya. Cukup lama dia di sana tanpa aktivitas yang 
berarti. Pemandangan seperti itu yang terkadang membuat dokter dan suster atau 
bidan tidak tahan sehingga cepat-cepat mengambilnya, dan menyerahkan pada 
ibunya agar disusui pertama kali.
  Namun, setelah 20 menit, tampak bayi yang baru beberapa menit itu lahir mulai 
menggerakkan kepalanya, lalu hidung dan mulutnya mulai mengendus-endus dada 
ibunya ke arah kanan. Dia mencoba mencari-cari sumber air susu ibu (ASI). Dr 
Utami Roesli, SpA, MBA, IBCLC dari Sentra Laktasi Indonesia (Selasi) 
memindahkannya menjauhi arah kanan. Tak lama kemudian sang bayi 'merangkak' 
kembali ke arah kanan mencari puting ibunya.
  Pemandangan itu bukan rekayasa. Melainkan salah satu video rekaman yang 
menggambarkan bagaimana bayi yang baru lahir bila diletakkan di dada ibunya 
akan mencari sumber ASI. Bayi tersebut lahir dari seorang ibu di pedalaman di 
sebuah desa di Bantul, DIY.
  Dan benar. Tak sampai satu jam, sang bayi bisa menyusu ASI dengan lahap. 
Pemandangan tersebut membuat trenyuh siapa pun yang menyaksikan. ''Jadi, beri 
waktu bayi yang baru lahir satu jam pertama kehidupannya untuk mengenal dan 
mendapatkan ASI,'' tutur Utami.
  Itulah yang disebut inisiasi dini, yaitu menyusui langsung setelah bayi 
lahir. Sayang, tidak jarang bayi yang lahir langsung ditimbang lalu dimandikan 
dan baru kemudian diserahkan ke ibunya. Lalu sang bayi coba diberi ASI.
  Pengenalan ASI awal yang benar adalah bayi yang baru lahir dibersihkan dengan 
cukup dilap badannya. ''Jangan hilangkan selaput putih yang ada di kepalanya,'' 
kata Utami. Kalau ibu khawatir sang bayi akan masuk angin, kepala mungil 
tersebut ditutupi topi dan punggungnya ditutup selimut.
  Reaksi bayi atas inisiasi dini berlainan. Ada yang tidak lama sudah bisa 
mulai menghisap puting ibunya. Tapi ada juga yang sudah dipaksa-paksa tetap 
tidak mau. Ada bayi yang akhirnya tidak bisa atau bahkan tidak mau mengonsumsi 
ASI.
  Pemadangan berikut yang bisa disaksikan usai acara Media Gathering 'ASI 
adalah Solusi: respons lembaga peduli ASI terhadap kenaikan Harga Susu' yang 
diselenggarakan oleh Mercy Corps Indonesia, Sentra Laktasi Indonesia (Selasi), 
Yayasan Orang Tua Peduli (YOP), dan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), 
pekan lalu, di Jakarta, adalah bayi yang baru lahir dimandikan dulu dan 
ditimbang, baru kemudian ditaruh di dada ibunya.
  Reaksinya lamban sekali. Bahkan, ada yang hampir satu jam baru sang bayi 
mulai mencari-cari puting ibunya. Itu yang berhasil. Tidak jarang ibu dan 
orang-orang di sekitarnya sampai putus asa, sang bayi tidak bereaksi. Ini 
termasuk kelompok bayi yang gagal mengenal ASI pertamanya.
  Padahal, ASI pertama yang keluar dari ibu adalah kolostrum, yang sangat kaya 
nutrisi dan dibutuhkan bayi untuk tahan dari infeksi.

  Kalori ASI
  Menurut rekomendasi WHO, ASI eksklusif diberikan kepada bayi sejak lahir 
hingga enam bulan pertama kehidupannya.  Selama itu, tak perlu makanan dan 
minuman tambahan sebab ASI mengandung zat-zat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan 
secara lengkap. Setelah itu ASI tetap diberikan dengan tambahan makanan 
tambahan yang tepat hingga usia 2 tahun.
  ''Setelah usia dua tahun, kebutuhan gizi anak dapat dicukupi dengan variasi 
makanan lokal tanpa harus bergantung pada susu sapi,'' ujar Dr Fransiska E 
Mardiananingsih, MPH dari Mercy Corps Indonesia.
  Utami menganggap kenaikan harga susu dan langkanya susu formula di sejumlah 
kota beberapa waktu lalu ada blessing in disguise (hikmah) tersendiri, yaitu 
relaktasi (kembalilah menyusui).
  Lulusan FK Unpad itu mengungkapkan, dari 500 ml ASI yang diberikan seorang 
ibu ke anaknya yang berumur 2 tahun masih dapat memenuhi energi anak sebanyak 
31 persen, protein 38 persen, vitamin A 45 persen, dan vitamin C 95 persen.
  ''Bayangkan bagaimana kalau bayi berusia satu tahun, atau malah enam bulan. 
Kita bicara masalah gizi,'' ujar Sekretaris Selasi itu.
  Utami menambahkan, kebutuhan kalori per hari yang dipenuhi dari 500 ml ASI 
untuk bayi usia 6-8 bulan sebanyak 70 persen, usia 9-11 bulan sebesar 55 
persen, dan usia 12-23 bulan sebanyak 40 persen. Di Indonesia, lanjutnya, susu 
formula lebih sering menyebabkan bayi mencret.
  Utami lalu mengutip sejumlah penelitian ilmiah yang menyebutkan, ASI 
mengurangi 6-8 kali risiko kanker pada anak (limphoma maligna, leukimia, 
hodgkin, dan neuroblastoma), dan mengurangi 2-5 kali kematian akibat penyakit 
pernapasan. ASI juga mencegah terjadinya alergi, termasuk eczema, alergi 
makanan dan alergi pernapasan selama masa anak-anak. ''Dan, anak ASI 16x lebih 
jarang dirawat di rumah sakit,'' ujarnya. Ia menceritakan, Rafa, cucunya, kini 
berusia 15 bulan, yang mendapatkan inisiasi dini dan ASI eksklusif selama enam 
bulan penuh belum pernah sakit apa pun.
  ''Jadi, kalau mau donasi, hangan belikan susu formula, tapi makanan untuk 
ibunya,'' tegas Utami.
  Pendiri YOP dan dokter anak, dr Purnamawati S Pujiarto, SpAK, MMPaed, 
Purnamawati mengemukakan, terjadi kelirumologi dalam pemberian makan pada 
batita. Paham yang selama ini dianut ibu-ibu tapi keliru di antaranya adalah:

  * bila batita susah makan maka perlu diberi vitamin dan penambah nafsu, serta 
perbanyak minum susu
  * beri formula sesuai usia untuk anak lebih dari setahun
  * semakin komplit dan mahal susu formula, semakin baik untuk anak
  * tidak tega memberikan susu yang tidak mahal.
  ''Susu bukan lagi makanan utama bagi anak di atas usia 1 tahun melainkan 
hanya salah satu asupan kalsium. Kita bisa memperoleh kalsium dari banyak 
sumber seperti ikan, telur, keju, yoghurt, tahu, dan brokoli,''  kata 
Purnamawati lulusan FK UI ini menegaskan.
  ''Menurut saya, kalau mengacu pada gizi seimbang, tidak perlu panik tanpa 
susu,'' kata Ir Kresnawan MSc dari Depkes.
  Di akhir presentasinya Utami menunjukkan gambar seorang ibu dari Dhaka, 
Srilanka, yang memegang dua anak kembarnya, laki-laki-dan perempuan. Dia hanya 
mampu memberikan susu formula pada satu anak, dan dia pilih anak perempuannya 
karena dia menganggap anak laki-laki lebih kuat. Sedangkan bayi laki-laki cukup 
diberi ASI.
  Pada gambar tampak di tangan kanan dia memegang anak laki-laki (yang badannya 
subur dan sehat) sementara di tangan kiri seorang bayi berbadan kecil dan 
kering (yang perempuan). Satu jam setelah pengambilan foto tersebut oleh WHO, 
bayi yang di tangan kiri meninggal dunia.

  Mudah2an membantu yah mom Michelle


  Untuk Irma, di carolus juga IMD, susternya helpful banget dan ramah lagi, 
temen saya dulu di carolus, dia IMD, dikonsul aja sama dokter kandungannya 
terus tanya ke dia biasanya kalo pas lahiran yang jadi DSAnya siapa, lalu kita 
bilang kita mau IMD pas lahiran nanti, waktu itu sih temen saya kebetulan pas 
lahiran DSA-nya Dr. Utami, semoga membantu yah.....
  overall...maaf nih mods, kebanyakan isi postingannya hehehe.....dan maaf kalo 
ada kata2 yang kurang berkenan

  salam hangat,
  veagy

  http://mysweetypie.blogspot.com



  Tjahjo Liniarti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
     
    Moms, mau tanya dong.... Memangnya IMD tuh singkatan apa yah ?

    Maaf kalau kedengarannya saya agak kuper, maklum deh....

    Regards,

    Nini
    Mama Michelle


      ----- Original Message ----- 
      From: Amelia Rayendra 
      To: [email protected] 
      Sent: Wednesday, January 23, 2008 9:09 AM
      Subject: RE: [Ayahbunda-Online] RS yang ada IMD


      Mba Irma..
      Setahuku di RS Asih bisa. Spupuku lahiran di sana dan melaksanakan IMD.
      DSOG nya dr. Nurwansyah
      dokter Nur praktek juga di harapan kita...

        -----Original Message----- 
        From: irma [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
        Sent: Mon 1/21/2008 10:48 AM 
        To: [email protected] 
        Cc: 
        Subject: [Ayahbunda-Online] RS yang ada IMD


        Dear Mom..

        Mau minta info rumah sakit ato RSB di jakarta selatan yang ada program 
IMD dimana aja ya?
        aku sekarang lagi hamil jalan 4 bulan, dan nanti pengen ngelahirin di 
RS yang ada program IMDnya.
        ditunggu infonya yaa..
        Thanks..:)


        Irma



------------------------------------------------------------------------
        Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try 
it now. 

----------------------------------------------------------------------------
    ::BCA:: 




------------------------------------------------------------------------------
  Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.

  

::BCA::

Kirim email ke