Saya sering mendapati hadits-hadits yang isinya terkadang berbeda satu sama
lain seperti hadits berikut ini:
Dari Abul Abbas bin Abdullah bin Abbas radhiyallahu'anhuma dia berkata: Pada
suatu hari aku pernah berada di belakang Rasulullah shallallahu `alaihi
wasallam maka beliau bersabda,
"Hai anak muda, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat:
1. Jagalah Allah, niscaya engkau dapati Dia di hadapanmu.
2. Jika engkau meminta, mintalah kepada Allah.
3. Jika engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah.
4. Dan ketahuilah, sesungguhnya seandainya umat ini bersatu untuk
memberikan suatu kemanfaatan kepadamu, maka mereka tidak akan dapat memberinya,
kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu.
5. Dan seandainya mereka bersatu untuk mendatangkan suatu kemudharatan
kepadamu, maka mereka tidak dapat mendatangkannya, kecuali dengan sesuatu yang
telah Allah tetapkan atasmu.
6. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah mengering."
(HR. Tirmidzi, dan ia mengatakan: Hadits Hasan).
Dan di dalam riwayat selain At Tirmidzi,
1. Jagalah Allah pasti kamu akan mendapatiNya di hadapanmu,
2. Kenalilah Allah di waktu senang pasti Allah akan mengenalimu di
waktu sempit,
3. dan ketahuilah apa-apa yang meleset darimu maka hal itu tidak akan
mengenaimu,
4. dan apa-apa yang mengenaimu tidak akan meleset darimu,
5. dan ketahuilah bahwa kemenangan itu beriring dengan kesabaran,
6. dan jalan keluar itu bersama kesulitan / keadaan yang himpit,
7. dan bersama kesulitan itu pasti ada kemudahan
Yang ingin saya tanyakan adalah apakah Rasulullah membonceng Ibnu Abbas 2x
dengan nasihat
yang berbeda ataukah Rasulullah membonceng Ibnu Abbas dengan satu nasihat
tetapi ketika
diriwayatkan ke orang lain menjadi berbeda? Jika memang kondisinya seperti
keadaan kedua, bukankah
ilmu hadits itu sangat ketat periwayatannya dan seharusnya walaupun
diriwayatkan oleh beberapa orang,
sebuah hadits akan sama isinya. Tetapi misalnya sering kita lihat di riwayat
bukhari nabi bertemu dengan
sahabat A tetapi di riwayat Muslim bertemu sahabat B bahkan di riwayat bukhari
pun satu Hadits bertemu
sahabat A tapi di hadits yang lain bertemu sahabat B.
Mohon jawabannya