[Catatan Admin]
Afwan apabila catatan kami kali ini agak panjang daripada biasanya.
Kami harapkan email dari Dr.Salamun ini dapat sebagai penutup permasalahan yang 
telah lama dibahas di dalam milis Assunnah ini. Tidak perlu diperpanjang lagi, 
karena akan menyia-nyiakan waktu antum untuk tholabul ilmi. Masih banyak 
masalah dien yang dapat dibahas di dalam milis Assunnah ini.
Selaku Admin milis ini, kami mohon maaf kepada Dr.Salamun apabila tulisan Bapak 
memperoleh tanggapan yang berbeda-beda di dalam milis Assunnah ini. Pun bila 
terkesan "keras" dan mungkin "apa adanya".
Telah menjadi kebiasaan di dalam milis ini untuk mengemukakan pendapat dengan 
dalil dari Al Qur'an dan Assunnah, sesuai dengan pemahaman para salafushshalih. 
Bukan hanya sekedar membaca arti terjemahan Al Qur'an dan menyimpulkannya 
sendiri Pak. Pun bila terjemahan tersebut dikatakan yang terbaik. Terjemahan 
tetap lah sebagai terjemahan. Tapi, apa-apa kandungan isi tepat dari terjemahan 
tersebut, tentunya merujuk kepada yang memahami kapan Al Qur'an diturunkan, 
yaitu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabat beliau 
radiallahu 'anhum ajma'in. Bila HANYA membaca terjemahan dan mengambil 
kesimpulan, ini yang ditakutkan. Padahal kemampuan akal setiap orang 
berbeda-beda. Sangat mungkin terjadi bila dari terjemahan yang sama dapat 
keluar penafsiran yang berbeda, karena HANYA mengandalkan akal semata. Akal 
tetap lah memiliki keterbatasan. Bila hanya menyandarkan kepada akal di dalam 
pengambilan dalil inilah yang dinamakan Dalil Aqli, seperti dikatakan oleh akh 
Hidayat.
Adapun para Ulama yang sering ditulis oleh teman-teman di milis Assunnah, 
tentunya para Ulama yang tsiqoh di dalam meniti manhaj yang haq ini. Dan 
catatan tentang para Ulama tersebut telah banyak tersebar di internet. 
Siapa-siapa saja para Ulama tersebut pun, telah sering ditulis di dalam milis 
Assunnah. Silakan membuka-buka arsip milis Assunnah untuk dapat mengetahui-nya.
Adapun berkaitan dengan masalah identitas yang ada di dalam milis Assunnah, 
kami memiliki kebijakan tersendiri. Setiap pengiriman email ke milis Assunnah, 
harus menggunakan NAMA JELAS atau NAMA KUNYAH. Hal ini dapat dibaca pada 
"Ketentuan Email Posting di Mailing List Assunnah" point ke-5 dari link berikut:
   http://milis.assunnah.or.id/mlbios2/aturanmilis.php
Adapun penjelasan detil dari point ke-5 tersebut, dapat dibaca pada link 
berikut:
   http://milis.assunnah.or.id/mlbios2/detailaturanmilis.php
Jadi, insya Allah tidak ada masalah yang berkaitan dengan identitas pengirim 
email di milis Assunnah, seperti ditanyakan oleh Dr. Salamun.
Maaf apabila kami masih banyak memiliki kekurangan didalam me-maintain milis 
Assunnah.
Demikian informasi tambahan yang dapat kami sampaikan, semoga dapat sedikit 
memperjelas, wallahu'alam
---------------


Assalamualaikum
Ketika ada pernyataan dari sesorang yang menyangkut suatu profesi dan 
dijelaskan secara salah maka terjadilah penjelasan yang menyesatkan., perlu 
seorang yang profesional yang menjelaskannya.
Apalagi bicara tentang hal yang bukan profesinya....saya dokter dan saya 
jelaskan posisi, kedudukan saya sekarang, identitas saya..makanya saya tanya 
dulu ..seseorang disebut ulama itu apa dasarnya, begitu !!Nah, kalau diakui 
sebagai ulama bicaralah dalam konteks yang dikuasainya, !!!
Kalau namanya dalil...itu artinya tidak bisa diperdebatkan..namanya 
dalil...tidak pernah saya memperdebatkan dalil!!!
Saya mengajarkan sesama muslim untuk membaca sendiri dalil2 tersebut, membaca 
sendiri, mencari sendiri..nah nanti semuanya jadi pintar.
Islam adalah agama yang didalamnya kita bisa langsung minta pada Allah, 
langsung minta ampun..tidak di agama lain yang dalam ritualnya diperantarai.
Saya tantang mereka yang bicara tentang khitan pada perempuan dan masalah 
placenta ke Malang, bertemu dengan orang yang akhli dalil dan akhli kedokteran, 
saya beri kesempatan, saya beri waktu...biayanya mahal Pak !! Nah, ini namanya 
:Dr. Atallah ar Ruhailly dan Dr. Salih Anshari
..diskusi biar kenyang boleh dalam bahasa Arab atau Inggris, kalau dalam bahasa 
Indonesia nanti saya sediakan penterjemah.
Nah, ada suatu peristiwa bahwa dalam milis ini ada pertanyaan/pernyataan yang 
bodoh sekali dan salah sekali dilihat dari kaca kedokteran, kebetulan orang ini 
membawa dalil2, ; saya diskusikan dengan sahabat2 dan mereka mengatakan nah 
begitulah pak Salamun justru banyak orang yang tidak faham soal kedokteran tapi 
angkat bicara ..inilah ladang bagi kita untuk beribadah, meluruskan yang benar.
Jadi misalnya, pak Hidayat ini yang menganjurkan agar keterangan saya disaring 
dulu, tampilkan identitas anda, anda siapa, posisi anda apa, bisa 
melarang...milis ini dunia maya yang semua orang bisa menyatakan pendapatnya, 
tapi harus sesuai profesinya...nah datanglah ke Malang !! Kalau tidak punya 
uang kita biayai !!
Nah kalau ia/siapapun lalu begitu soknya mengatai, misalnya orang Barat, 
tehnologi Barat...misalnya maka mulai sekarang jangan pakai komputer, jangan 
pakai kereta api, pesawat terbang, jangan makan obat dari produksi negara 
Barat, jangan pakai listrik, jangan pakai telpon, jangan pakai sikat gigi, 
jangan pakai nilon, jangan pakai sepatu (ada sepatu/sandal yang dipakai oleh 
nabi Muhammad..tapi itu juga sudah dipakai oleh Nabi sebelumnya).
Maaf saja kalau saya ulangi lagi bahwa kami baru saja membicarakan etika dalam 
lalulintas milis, bukan di Indonesia, tapi di Eropah, di Universitas tertua 
dunia, berdiri tahun l330, minggu lalu, dihadiri oleh para expert ; saya 
sebagai seorang ilmiawan, peneliti dan milter, beragama Islam dan negara 
Republik Indonesia menanyakan 2 hal : cara mempengaruhi masyarakat dengan terus 
menerus mengeluarkan pendapat yang berulang2 dalam intinya dengan mengajukan 
dalil dan aksioma ; Pertanyaan kedua adalah apakah dijamin bahwa hasil pendapat 
yang disimpan dalam website itu bisa disamakan dengan copyright atau patent.
Nah, sekian dulu dari saya, saya hanya mengajukan pendapat bila itu dalam 
jurisprudensi saya, dalam konteks profesi saya.
Wassalam,
Dr.salamun


> To: [email protected]
> From: [EMAIL PROTECTED]
> Date: Mon, 14 Jul 2008 03:59:03 -0700
> Subject: Re: [ SPAM ] RE: [assunnah] menangani plasenta bayi
>
> > ana menambahkan saja bahwa pak dokter ini pendapatnya dengan
> > dalil aqli sangat berbahaya dan dapat memberi syubhat kepada
> > milister pemula.
>
> Justru kita memerlukan pendapatnya untuk masalah berkaitan dengan kedokteran.
>
>
> --- On Thu, 7/10/08, Hidayat <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> From: Hidayat <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: Re: [ SPAM ] RE: [assunnah] menangani plasenta bayi
> To: [email protected]
> Date: Thursday, July 10, 2008, 8:05 AM
>
> Assalamualaikum
> ana menambahkan saja bahwa pak dokter ini pendapatnya dengan dalil aqli sangat
> berbahaya dan dapat memberi syubhat kepada milister pemula. ana mohon 
> sementara
> posting dari pak dokter disaring dulu sehingga tidak membuat milister yang 
> lain
> bingung membaca tulisan dari pak dokter itu.
>
>
> ----- Original Message -----
> From: "hartoyo ahmad jaiz" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[email protected]>
> Sent: Friday, July 04, 2008 3:07 PM
> Subject: [ SPAM ] RE: [assunnah] menangani plasenta bayi
>
> Wa'alaykum Salam Warahmatullah...
>
> Dr. Salamun nampak sekali membara2 dalam posting yang terakhir.
> Ana rasa antum perlu lebih menjaga adab dalam forum milist ini.
> Sebagian besar yang antum sampaikan adalah berdasarkan analisis antum dengan
> kaca mata kedokteran, tanpa berusaha terlebih dahulu cek mericek qoul ulama.
>
> Sangat baik bila antum memperbanyak untuk membaca2 penjelasan penjelasan
> ulama baik dalam masalah hukum maupun istilah syar'i.
>
> Alhamdulillah dalam hal ini saya sudah mendapatkan fatwa dari 'ulama, yakni
> Syaikh Ibnu 'Utsaimin rahimahullah :
>
> استعمال مشيمة الآدمي في علاج مرض السرطان
> السؤال : زوجان ينتظران مولودهما الجديد
> قريبا ويريدان أن يحافظا على المشيمة
> والغلاف والتي اُكتشف بأنها علاج لبعض حالات
> السرطان . فهل هذا يجوز في الإسلام
> ؟
>
> الجواب:
> عرض السؤال التالي على فضيلة الشيخ محمد بن
> صالح بن عثيمين :
> السؤال : ما حكم الاحتفاظ بالمشيمة لعلاج
> السرطان ولإزالة تجاعيد الوجه ؟
> فأجاب فضيلته بما يلي : الظاهر أنه لا بأس بها
> مادام أنه قد ثبت ذلك .
> سؤال : هل تنطبق عليها قاعدة : ما قطع من حي فهو
> ميت ؟
> جواب : الآدمي ميتته طاهرة .
> سؤال : وإذا لم يكن لها فائدة هل يجب دفنها ؟
> أم تلقى في أي مكان ؟
> جواب : الظاهر أنها من جنس الأظافر والشعر .
> والله أعلم
>
> الشيخ محمد بن صالح العثيمين
>
> bisa dicek di http://www.islam-qa.com/ar/ref/3794
> intinya dalam hal ini beliau memperbolehkan, selama bisa dibuktikan bahwa ia
> benar-benar dapat memberikan efek penyembuhan.
>
> Wallahu a'lam.
>
>
>
> --- On Wed, 7/2/08, Dr.Salamun Sastra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> From: Dr.Salamun Sastra <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [ SPAM ] RE: [assunnah] menangani plasenta bayi
> To: [email protected]
> Date: Wednesday, July 2, 2008, 4:48 AM
>
> Assalamualaikum,
> Kembali lagi pada istilah, plasenta yang lahir mengikuti bayi kita itu
> bagian dari manusia, bukan khewan !!!
> Plasenta itu tidak dipotong dari bagian tubuh ibu...sama dengan bayi lahir
> sendiri...tidak ada bagian yang dipotong..ia lahir utuh.
> Kewajiban saya sebagai seorang ahli di bidang kedokteran serta mengangkat
> sumpah pada waktu dilantik untuk menjelaskan hal2 yang benar, istilah2 yang
> diutarakan dengan salah !!
> Dalil dari Allah itu sudah baku tetapi interpretasinya yang salah apalagi
> implementasinya lebih lagi dibelokkan !!!
> Ini contoh yang paling baik dari isi hadits tersebut dengan kenyataan apakah
> sebenarnya plasenta tersebut !!!
> Semoga bermanfaat dan menambah terangnya segala sesuatu
> Wassalam,
> Dr.Salamun
>
>
> > To: [EMAIL PROTECTED] s.com
> > From: zaadul_maad@ yahoo.com
> > Date: Tue, 1 Jul 2008 03:41:12 -0700
> > Subject: Re: [assunnah] menangani plasenta bayi
> >
> > Terdapat hadits yang shahih :
> >
> > maa quthi'at minal bahimah wahiya hayyah, fahiya mayyitun (CMIIW), aw
> kama
> > Qoola Annaby shallallahu 'alayhi wa 'ala alihi wasallam,
> >
> > Artinya : "Semua yang dipotong dari hewan dalam keadaan masih hidup
> adalah
> > bangkai"
> >
> > HR Abu Daud no. 2858 dan Ibnu Majah no. 3216 dan dishohihkan Al Albani
> > dalam shohih sunan Abu Daud
> >
> > Bisakah hadits di atas dapat dijadikan kata pemutus tentang status daging
> > plasenta ?
> >
> > terlebih keharaman daging manusia asysyad-lebih kuat-dari keharaman daging
> > hewan.
> >
> > Oya, dalam permasalahan medis, dokter tidak bisa menjadi muftie untuk
> > menentukan kehalalan dan keharaman sesuatu, peran dokter hanya memaparkan
> > hasil empiris yang didapatinya dari hasil penelitian atau praktik
> > pengobatan, adapun fatwa, harus dikembalikan ke ahli syar'ie yakni
> ulama.
> >
> > Jadi teringat ceramah Syaikh Ibn Ishaq Alhuwayni hafizahullah yang
> > membantah ucapan sebagian dokter yang melarang pelaksanaan khitan pada
> > wanita, karena dianggap menyakiti sang bayi wanita. Namun, syariat yang
> > muhkamah berbicara lain dalam masalah ini. Demikian juga masalah onani,
> > menurut medis, sama sekali tidak ada efek negatif yang ditimbulkannya baik
> > secara mental dan psikologis-katanya- .. sehingga para dokter pun
> > menganggap hal onani sah-sah saja dan sebagian bahkan menganjurkannya !
> > Wallahu Almusta'an.
> >
> > Wallahu a'lam
> >
> >
> >
> > --- On Mon, 6/30/08, marosbi lamasta <marosbilamasta@ yahoo.com>
> wrote:
> > From: marosbi lamasta <marosbilamasta@ yahoo.com>
> > Subject: Re: [assunnah] menangani plasenta bayi
> > To: [EMAIL PROTECTED] s.com
> > Date: Monday, June 30, 2008, 3:03 AM
> >
> > Pak salamun,
> > Mungkin
> > lebih baik ditanyakan ke ahlinya, apakah plasenta termasuk bangkai atau
> > tidak. Jadi kita fahami istilah syar'i menurut pengertian syar'i
> juga.
> >
> > Wassalamualaikum
> >
> > Marosbi
> >
> >
> >
> > ----- Original Message ----
> > From: Dr.Salamun Sastra <[EMAIL PROTECTED] com>
> > To: [EMAIL PROTECTED] s.com
> > Sent: Sunday, June 29, 2008 6:13:17 AM
> > Subject: RE: [assunnah] menangani plasenta bayi
> >
> > Assalamualaikum,
> >
> > Yang menganggap plasenta itu bangkai ya pasti salah...bangkai itu
> > asalnya barang hidup bernyawa kemudian mati, tidak bernyawa
> > lagi...plasenta bukan barang hidup...yang hidup dan bernyawa itu bayinya
> >
> > Yang dijadikan obat itu bukan plasentanya tapi ekstrakt plasentanya.
> > ...dan tidak dimakan tapi dioleskan
> >
> > Betul nabi mengajarkan cara2 pengobatan tapi tidak semua penyakit bisa
> > disembuhkan asal pukul rata.
> >
> > Riset saja yang singkat, madu untuk pengobatan.. .nah madu itu
> > mengandung zat karbohidrat, fruktose dengan kalori tertentu..hal itu
> > akan menguatkan badan...badan yang kuat akan melawan penyakit yang
> > disebabkan infeksi...itu urutan jalannya madu sebagai bahan untuk
> > melawan infeksi.
> >
> > Untuk Indonesia penyakit infeksi sebaiknya diberi Antibiotika karena
> > alasan waktu, efisiensi dan daya tahan tubuh orang Indonesia.
> >
> > Kalau di negri Balanda dan Inggris, bahkan pemberian antibiotika
> > tersebut sangat dibatasi ya karena bahan2 untuk menguatkan tubuh serta
> > biaya yang dimiliki orang Inggris dan Belanda mereka miliki.
> >
> > Wassalam,
> >
> > Dr.Salamun
> >
> >
> > ____________ _________ _________ __
> >
> > > To: [EMAIL PROTECTED] s.com
> > > From: d4ny.sederhana@ gmail.com
> > > Date: Wed, 25 Jun 2008 17:44:14 +0700
> > > Subject: Re: [assunnah] menangani plasenta bayi
> > >
> > > Nah ini juga yang ingin ana tanyakan, apa hukumnya plasenta
> > dimanfaatkan sebagai obat, bukankah plasenta dihukumi sebagai bangkai
> > atau barang kotor. Jika obat tersebut ditelan maka jelaslah hukumnya
> > haram, namun bagaimana jika obat untuk bagian luar ?
> > >
> > > Nabi banyak sekali mengajarkan kita tentang pengobatan, bekam,
> > habbatussauda, minyak zaitun, madu, zam-zam dan lain-lain, mari kita
> > pelajari dan adakan riset.
> > >
> > >
> > > 2008/6/24 Dr. Salamun Sastra <[EMAIL PROTECTED] com>:
> > >
> > >> Assalamualaikum,
> > >> Hanya sekedar menambahkan saja...tahun 1960 an telah dilakukan
> research
> > >> tentang placenta bayi yang diextract lalu diambil sarinya dan
> digunakan
> > >> untuk membantu mempercepat sembuhnya luka, terutama luka
> > >> bakar...obatnya
> > >> banyak tersebar namanya Bioplasenton.
> > >> Betapa Mahbesarnya Allah, plasentapun dengan tehnologi yang
> medium saja
> > >> sudah dapat diambil manfaatnya untuk membentu menyembuhkan
> luka..Riset
> > >> tersebut dilakukan di Indonesia oleh bangsa Indonesia, di
> Fakultas
> > >> Kedokteran/Rumahsak it Indonesia... .hebat ya Indonesia !!!
> > >> Wassalam,
> > >> Dr.Salamun
> > >>
> > >>
> > >> To: [EMAIL PROTECTED] s.com
> > >> From: [EMAIL PROTECTED] co.id
> > >> Date: Tue, 17 Jun 2008 14:21:47 +0700
> > >> Subject: Re: [assunnah] menangani plasenta bayi
> > >>
> > >> Al Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat dalam sebuah kajian membahas
> kitab
> > >> beliau "Menanti Buah hati hadiah untuk yang dinanti"
> menjelaskan tidak
> > >> ada
> > >> petunjuk khusus dalam menangani ari-ari bayi. Kita menguburkanya
> dengan
> > >> baik
> > >> sehingga tidak menimbulkan bau ataupun kemungkinan akan dibongkar
> > >> binatang
> > >> buas dan tanpa adanya i'tiqad (keyakinan) apapun misalnya
> bahwa ari-ari
> > >> adalah kembaran bayi, tidak perlu diberikan lampu dan sebagainya.
> > >> mohon dikoreksi kalau salah.


Enrich your blog with Windows Live Writer. Windows Live Writer

------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Download MP3 -Free kajian Islam- http://assunnah.mine.nu
Berhenti berlangganan: [EMAIL PROTECTED]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/mlbios2/aturanmilis.php
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke