Wa'alaykumussalamu Warahmatullahi Wabarakatuh Tentang ini semua, coba merujuk pada salah satu sumbernya, yakni majalah as Sunnah edisi bulan ramadhan 1425H (kalau tak salah edisi VI/1425) tentang Ru'yah dan Hisab. Disana juga diterangkan dan disampaikan beberapa fatwa ulama soal ini. Kumpulan fatwa seputar penentuan Iedain tersebut dituliskan kembali oleh ustadz Armen Lc (dari Pekanbaru) untuk majalah as Sunnah. Sedikit yang saya ingat,... Kondisi kedua, (setelah pada kondisi pertama) Yakni jika pemerintah menentukan awal ied (atau ramadhan) dengan hisab atau dengan cara apapun yang tidak sesuai dengan syari'at, maka --alllahu a'lam-- hendaknya kita tetap mengikuti penetapan penentuan pemerintah. Hal ini guna menjaga persatuan dan menghindari lebih banyak perselisihan... dst (bisa lihat dan baca sendiri). Saya katakan; Walaupun di negara kita (yang punya pemerintah tersendiri dan terlepas dari pemerintahan negara lain) menggunakan sistem tanggal yang kita kenal yang bisa diprediksi/dihitung kapan ied, ramadhan dst dengan lebih awal,.. Toh kita harus tetap ta'at kepada pemerintah. Dan, walaupun Ied, Ramadhan, dst bisa dihitung/diprediksi lebih awal, selama ini pemerintah kita tetap punya 'itikad-baik' untuk 'review' (kalender yang sudah menetapkan lebih awal Ied, ramadhan dst) dan dengan rutin tiap tahun mencari kemudian menetapkan kapan Ied atau kapan puasa (ramadhan). Jikalau pemerintah salah, maka kesalahannya adalah bukan (bagian) kesalahan kita. Kita hanya taat. Dan kita (tetap) doakan kebaikan bagi pemerintah. Demikian as sunnah yang suci mengajarkan kepada kita. Kemudian, jika kesalahan ada pada fatwa (ijtihad) ulama dalam hal ini yang dimuat majalah as sunnah, maka bagi mereka (rahimahumullah wa hafidhohumullah ajma'in) satu pahala. Walillahil hamd. Demikian dari saya. Allahu A'lam. Jazakumullah Khayr. Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh --- In [email protected], "Ummu Abdurrahman" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh > > Menanggapi apa yang disampaikan oleh Akhi Abu Hazim, sepertinya kelihatan > ruwet tetapi masalahnya sederhana sekali (menurut saya). yaitu : > > Di Indonesia dan mungkin juga di Malaysia, satu tahun atau mungkin juga lima > tahun sebelumnya, pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri dan Iedul Adha pada > setiap tahunnya sudah ditetapkan berdasarkan perhitungn hisab, sehingga > apabila kita membeli Almanak/Kalender maka di situ sudah ditentukan tanggal > pelaksanaan hari-hari raya tersebut dengan warna merah pada tanggal- tanggal > yang sudah ditetapkan tersebut, padahal ru'yatul hilal belumlah > dilaksanakan. > > Setiap awal dan akhir ramadhan pada setiap tahunnya, pemerintah (cq > Departemen Agama) selalu mengadakan pertemuan dengan MUI dan juga kaum > muslimin lainnya untuk memutuskan kapan awal ramadhan dan juga menentukan > hari Iedul Fitri. Anehnya hasil ru'yatul hilal pemerintah selalu mencocoki > tanggal-tanggal merah yang sudah ada dalam alamanak/kalender tersebut dan > sepertinya belum pernah maju atau mundur dari tanggal yang sudah ditentukan, > kalaupun ada sebagian kaum muslimin yang berbeda dalam ru'yatul hilal atau > hisab, maka pemerintah biasanya selalu mempersilahkan untuk melaksanakan > sesuai dengan keyakinannya. Adapun sikap pemerintah adalah tetap kepada apa > yang sudah ditetapkan dalam kalender/almanak yang sudah berwarna merah. > > Untuk pelaksanaan Iedul Adha tahun ini, pemerintah-pun sudah menetapkan > jauh-jauh hari sebelumnya (mungkin 1-2 tahun sebelumnya) bahwa Iedul Adha > tahun ini bertepatan dengan tanggal 21 Januari 2005, kemudian apabila anda > melihat kalender/almanak maka tanggal tersebut sudah berwarna merah dan > dibawahnya ditulis 10 Dzulhijjah Hari Raya Iedul Adha. Hari ini adalah > wukufnya jama'ah haji di Arofah dan setelahnya adalah shalat Iedul Adha bagi > mereka yang tidak melakanakan ibadah haji di beberapa tempat, namun hal itu > seperti yang kita dengar dan lihat tidaklah merubah apa yang sudah > ditetapkan pemerintah. > > Dalam mensikapi masalah ini sudah banyak nasehat dan saran (argumnetasi) > dari saudara-sauadara kita bagaimana mensikapinya, barangkali pemerintah > peduli terhadap hari pelaksanaan shalat Iedul Adha, tetapi untuk shaum Arofah > tidak begitu dipermasalahkan, tentunya hal ini harus menjadi perhatian kita > semua dalam waktu pelaksanaannya. > > Tanggal merah sebuah dilema, akan tetapi mudah-mudahan hal ini tidak membuat > wajah kita menjadi merah karena perbedaan dalam mensikapinya. > > Ini adalah sebuah ungkapan saja, jika anda melihat kebenaran didalamnya, > maka pujilah Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan jika anda menemukan > kebalikannya, saya berharap anda berkenan memberikan do'a kebaikan untuk > saya, semoga Allah meluruskan kesalahan saya dan mengampuni keteledoran > saya. > > Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh > > Abu/Ummu Abdurrahman > > > >From: "Abu Hazim" <[EMAIL PROTECTED]> > >Reply-To: [email protected] > >To: <[email protected]> > >Subject: [assunnah] Hilal di Barat dan di Timur Saudi > >Date: Tue, 18 Jan 2005 19:26:17 +0900 > > > > > >Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh > >Alhamdulllahi Rabbil'alamin > > > >Selalu menjadi masalah adalah bagi negara2 di timur Saudi (spt Indonesia > >Malaysia), dimana pada satu hari Hilal belum terlihat dinegara2 tsb, tetapi > >hanya 4-5 jam kemudian Hilal baru terlihat di Saudi. > >Sehingga ada yg berpendapat negara2 tsb hrs mengikuti Saudi (mengurangi > >satu > >hari). > > > >Yg menjadi masalah, > >bagaimana dengan negara2 di barat Saudi, seperti Libya, Aljazair, Maroko? > >Jika Hilal belum terlihat di Saudi, tetapi 4-5 jam kemudian Hilal baru > >terlihat di negara2 mereka, apakah mereka pun hrs mengikuti Saudi? (dgn > >menambah satu hari). > > > >Khusus Iedul Adha > >Apakah yg menjadi patokan bagi2 negara2 selain Saudi itu adalah hilalnya, > >atau kegiatan hajinya? > >Kalau ternyata kegiatan Hajinya yg menjadi patokan, maka kita tidak usah > >capek2 ru'yatul hilal. > >Tinggal tunggu saja keputusan Hilal Saudi. > > > >Wallahu'alam > > > >Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> In low income neighborhoods, 84% do not own computers. At Network for Good, help bridge the Digital Divide! http://us.click.yahoo.com/hjtSRD/3MnJAA/i1hLAA/TXWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ------------------------------------------------------------------------ Website Islam pilihan anda. http://www.assunnah.or.id http://www.almanhaj.or.id Website kajian Islam -----> http://assunnah.mine.nu Berlangganan: [EMAIL PROTECTED] Ketentuan posting : [EMAIL PROTECTED] ------------------------------------------------------------------------ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/assunnah/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
