> >Subject: FW: [TM] [FM] PENIPUAN UNDIAN DGN MODUS TERBARU.. BEWARE ! >Date: Mon, 6 Aug 2007 22:48:53 +0200 > >Kejadian berikut ini benar-benar terjadi pada seorang teman kantor saya >pada >24 Juli 2007 lalu. Semoga cerita ini bermanfaat. > >Berawal dari sebuah panggilan melalui telepon rumah (fixed line/PSTN), >yang menanyakan identitas dan alamat yang sama persis dengan data yang ada >di >buku telepon. Orang yang mengaku dari "Metro TV" tersebut mengabarkan >bahwa sang pemilik nomor telepon berhak atas Grand Prize berupa mobil >"Kijang >Innova". Karena sudah terlalu sering mendengar penipuan semacam ini, >maka dijawablah dengan ketus, "... kalau memang benar hadiah mobilnya buat >saya, kirim aja Pak mobilnya ke sini!". >Singkat cerita, 2 jam kemudian sampailah di depan rumah teman kita ini >sebuah Kijang Innova yang benar-benar baru, lengkap dengan pelat nomor >polisi yang masih putih! > >Masih dengan perasaan yang ragu, sekaligus surprised, maka >dipersilakanlah tiga orang yang mengantarkan mobil tersebut masuk ke dalam >rumah. Dengan >menunjukkan seberkas dokumen, yang konon berupa Surat Jalan, dokumen >Pajak, dokumen Asuransi, dan dokumen-dokumen yang lain maka diyakinkanlah >bahwa >ia memang berhak atas mobil yang dibawanya tersebut. Sayangnya, belum >sempat ia memeriksa dokumen-dokumen tersebut, beberapa orang yang mengaku >dari >Pajak, Asuransi, dan juga Notaris bergantian menghubungi via telepon dan >mengucapkan selamat atas hadiah yang didapat. > >Setelah melihat ia sudah cukup yakin dengan hadiah tersebut, maka >pembicaraan beralih ke kewajiban yang harus dilakukan oleh seorang >'Pemenang Grand Prize', yaitu membayar pajak hadiah. Menurut si pengantar >mobil, >jumlah yang harus dibayar oleh 'sang pemenang' adalah 25% dari harga >mobil atau senilai 42 juta rupiah. Menyadari simpanan dana yang ada tidak >mencukupi untuk jumlah tersebut, maka sempat terfikir untuk mundur. >Namun, tanpa mengenal kata menyerah, si pengantar mobil kembali meyakinkan >bahwa soal pembayaran pajak adalah hal sepele, bisa ditunda kapan saja, dan >bisa dibayar dengan dicicil... 10% dulu misalnya. Maka muncullah kembali >harapan teman kita ini sambil bergumam, "... kalau 10 juta sih saya >punya...". >Gotcha!! >"OK Pak, 10 juta saya kira bisa diterima oleh Pak Notaris", tukas si >pengantar mobil. > >Setelah lebih kurang 2 jam berada di rumah itu, maka tiga orang >pengantar hadiah mobil pamit untuk menuju ke 'pemenang kedua' sambil lalu >mereka >pun mengajak untuk sekalian bertemu notaris sambil mengendarai 'Grand Prize' >yang baru dimenangkannya. Dengan sangat meyakinkan sang pemenang >dipersilakan untuk mengendarai mobil yang memang sudah diidamkannya >selama ini. Sebelum berangkat si pengantar hadiah menanyakan apakah uang >sudah >dipersiapkan. Sempat muncul keraguan, namun rasa gembira mengalahkan >keraguan yang sempat muncul, hingga dibawalah olehnya uang tunai >sejumlah 10 juta rupiah. Di tengah perjalanan, si pengantar kembali >menanyakan, >apakah perlu mampir ke ATM. Namun dijawab bahwa saldo di tabungan sudah >tinggal >sedikit. Maka perjalananpun dilanjutkan, dan melalui jalan bebas >hambatan (tol). >Beberapa saat di jalan tol, si pengantar dengan sopan meminta agar >kemudi diambil alih oleh temannya. Dengan beralasan bahwa kendaraan belum >diserahterimakan, sehingga bisa merepotkan jika terjadi kecelakaan, maka >beralihlah kemudi ke orang lain dan ia pun berpindah duduk di samping >pak sopir. Di saat sedang menikmati kenyamanan kendaraan baru tersebut, >tiba-tiba dari belakang sepasang tangan membekap mulut dan hidungnya >dengan lap atau sapu tangan yang beraroma sangat tajam, hingga ia pun tak >sadarkan diri...... >Setengah tersadar, sekujur badan terasa sangat dingin. Setelah tersadar >penuh, ia mendapati dirinya berada di tengah padang rumput di pinggir >jalan tol. Beruntung, dompet dan seluruh isinya hanya diacak-acak hingga ia >pun bisa pulang kembali ke rumah dengan selamat. 'Beruntung', hanya 10 juta >saja yang dibawa oleh komplotan penipu yang memanfaatkan kekhilafannya siang >itu.... >Teman, jika kita cermati kasus ini, maka tampak bahwa modus penipuan >makin beragam, makin berotak, dan juga makin bermodal. Kebetulan, komplotan >pada kasus ini masuk dalam kategori komplotan yang 'sopan', 'baik hati', dan >main bersih (hampir tidak ada jejak yang ditinggalkan). Bukan tidak mungkin >di lain kesempatan, bisa saja komplotan seperti ini bermain kasar. Untuk >itu selayaknya kita mengingatkan keluarga yang kita tinggalkan di rumah. >
= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = ARIF [EMAIL PROTECTED] 2007-09-04 Official Web Site : http://www.awari.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

