Pak Yamin, Saya pribadi nggak setuju sertifikasi-sertifikasi-an, karena dengan adanya sertifikasi, kita akan membuat satu komunitas yang akhirnya akan menghasilkan bodong-bodongan lagi. Sama kejadiannya seperti neon box Legos ini.
Dari awal konsep warnet dicetuskan di tahun 1996, keberadaan warnet adalah untuk memperbesar pengguna Internet karena Indonesia menghadapi kendala dimana masyarakatnya tidak mampu (tidak mau) membeli komputer. Visi dan misi yang sudah jelas ini, akhirnya hancur lebur dengan masuknya orang-orang yang tergolong cuma mau dapet duit dan mau cepet kaya, atau bahkan ada yang menggunakan warnet sebagai "barang dagangannya", persis seperti jualan permen di bus kota. Kelompok bonek (bukan BoNet) inilah yang merusak tatanan warnet yang sudah ada, bisa dilihat di tahun 1998, pada saat boom bisnis warnet, ada lebih dari 200 warnet dalam satu kota skala menengah. Jadi, inti persoalan dari bajak-membajak, mengail dalam air keruh dan saling potong di bisnis warnet adalah mengupayakan membangun komunitas warnet yang solid dan bersih. Kenyataannya, SUSAH SEKALI mengendalikan komunitas yang penyebarannya besar dan berasal dari berbagai akar yang nggak jelas, sehingga akhirnya warnet di cap sebagai sarang penyamun, sarang maksiat dan tempat ngumpul yang berkonotasi negatif. Upaya membentuk komunitas yang punya warna dan bersih ini boleh dibilang sia-sia, seperti melempar garam ke laut, karena pada kenyataannya perkembangan warnet sudah tidak terkendali, berbagai konflik internal terjadi, yang ujungnya sebetulnya adalah DUIT. Kalau punya waktu membaca arsip milis ini, dari awal pembentukan komunitas Awari ini, saya selalu bilang, bahwa kalau mau sukses membangun warnet, kita harus punya diferensiasi, harus punya warna berbeda dengan warnet lain, jangan mengekor bisnis yang sudah ada - begitu laku jualan duren, serentak satu jalan jual duren semua. Tipikal orang Indonesia memang seperti begitu, membebek terus-terusan tanpa mikir ba dan bu, sehingga akhirnya, terjadi persaingan yang tidak sehat dan merontokan bisnisnya secara keseluruhan. Lihat juga bisnis jualan komputer yang untungnya hanya 2 - 3% saja, bahkan ada yang memperhitungkan keuntungan hanya dari blind bonus akhir tahun, juga bisnis taxi di Jakarta, dimana semua taxi di cat warna biru, supaya mirip dengan Blue Bird, karena Blue Bird memberikan layanan yang terbaik untuk pelanggannya. Sebetulnya, solusi terhadap kejadian ini adalah membuat pengusaha warnet menjadi lebih pinter dan lebih sensitif terhadap lingkungannya, tetapi saya sudah coba semuanya, dijalankan berbagai upaya dalam kurun waktu lebih dari lima tahun dan hasilnya selalu kembali ke nol, sehingga saya jadi putus asa dan tidak punya lagi solusi yang tepat untuk mengatasi hal ini. Dari renungan secara intensif selama lebih dari enam tahun terjun ke komunitas dan masyarakat TI Indonesia, saya menyimpulkan bahwa yang paling penting dalam kasus ini adalah pendidikan dasar yang harus dibenahi, sehingga diharapkan, dalam lima atau sepuluh tahun ke depan, dapat menumbuhkan enterprener warnet yang handal, tidak sekedar membebek dan meng-eksploitasi komunitas dan yang paling penting dapat berperan dalam kemajuan TI di Indonesia. Opa At 01:17 PM 11/3/2006 -0800, you wrote: >Beberapa waktu lalu sempat terlintas ide dari beberapa anggota milis ini >untuk melakukan sertifikasi warnet. Singkatnya seperti yg dilakukan MUI >melalui sertifikasi halal dgn bukti selembar sertifikat. Untuk warnet >mungkin sertifikat tersebut dapat bertuliskan Warnet Yang Baik dan Benar. > >Tahapan untuk memperoleh sertifikat yang baik dan benar dapat dimulai dari >(1) penggunaan software yang legal dan perijinan yang lengkap; kemudian >diikuti (2) dengan penataan perangkat warnet untuk mencegah perbuatan >maksiat dan kriminal; selanjutnya (3) pengaturan bagi pengunjung warnet >berupa pembatasan waktu penggunaan untuk di bawah umur dan pencatatan >identitas pengunjung. > >Seandainya sertifikasi untuk warnet berjalan dgn baik, warnet tidak perlu >lagi memikirkan ada tidaknya neon box yang bertuliskan LegOS -- baik yang >diberikan secara gratis untuk warnet yang menggunakan software berbayar >ataupun yang diperoleh dengan membeli untuk warnet yang menggunakan >software tidak berbayar. Tidak perlu lagi memperhatikan siapa pelanggan >yang bertandang dan apa yang dilakukannya di warnet. Tidak perlu lagi >mengkhawatirkan kunjungan mendadak dari orang tua yang mencari anaknya. >Tidak perlu lagi was-was menunggu panggilan dari aparat kepolisian atas >tuduhan cybercrime. > >tabik, > >Yamin Official Web Site : http://www.awari.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

