hallo warneter, warnet di Indonesia kian menjamur dari tahun ke tahun, mungkin dari segi bisnis adalah peluang yang sangat menjanjikan (kalo jarang mati lampu). kondisi sekarang ini sangat menunjang sekali untuk usaha warnet, karena seperti kita ketahui jumlah penduduk miskin di indonesia bertambah banyak, mungkin banyaknya karyawan yang di phk dan banyaknya jumlah pengangguran merupakan pemicunya. kalo diluar negeri fungsinya warnet atau biasa disebut internet cafe sebagai tempat santai layaknya kafe2 di indonesia, namun di indonesia warnet berfungsi sebagai tempat mencari bahan untuk penulisan skripsi atau pembuatan tesis karena memang dirumah kagak punya komputer, walaupun ada bisa dipake cuma sabtu dan minggu (weekend net) itu juga kalo telepon harus inget waktu karena dipake bareng sama line telpon, selain hari itu tarifnya mahal banget. semakin hari warnet makin banyak seiring dengan pertumbuhan isp-isp baru yang membuat jaringan baru di berbagai kota, lebih gilanya lagi telkom speedy sudah ada hampir di tiap kota di indonesia, strategi bisnis telkom sejak dipegang singapura perlu diacungi jempol, karena sebagai pemililik kabel telepon nggak ada saingannya lagi. dan kita sebagai pemakai cuma bisa iya iya saja,karena sudah nggak ada saingannya lagi untuk line dsl. beberapa pakar multimedia & internet menyayangkan mahalnya koneksi internet di Indonesia dibandingkan negara lain. peran pemerintah sebagai regulator dinilai tidak berfungsi karena sibuk mengurus hutang-hutang negara yang nggak habis-habis sampai generasi anak cucu. daripada subsidi minyak tanah dan bbm, mending alihkan sebagian subsidi ke internet biar bandwith bisa murah. dan polri membuat 1 divisi untuk bagian kejahatan internet, seperti di china yang memantau setiap lalu-lintas internet, jadi para penjhat bisa diselidiki dan kita bisa bebas bertransaksi online dan tidak dicap jelek sebagai negara yang tidak co-operative karena dinilai banyaknya barang2 cardingan yang masuk ke indonesia. warnet linux di indonesia bisa dihitung jumlahnya, karena settingnya yang menggunakan text mode membuat pusing (yang gui aja masih pusing,palagi yang text mode), mungkin kpli2 di seluruh indoesia sebaiknya berada dibawah naungan diknas, karena ini merupakan cara juga untuk mencerdaskan bangsa, selain itu jelas ada dana untuk eksplorasi dan eksperimen, nggak kayak sekarang semuanya dikerjakan sendiri2, antara kpli 1 dengan lainnya tidak terkait. kalo sudah gini ya lambat perkembangannya, kecuali memang orang yang memiliki skill IT. kalo semua sudah pada ngerti linux, pasti microsoft berpikir 2 x untuk sweeping software bajakan. tq
---------- No virus found in this outgoing message. Checked by AVG Anti-Virus. Version: 7.0.289 / Virus Database: 268.12.4 - Release Date: 9/14/2006 [Non-text portions of this message have been removed] Official Web Site : http://www.awari.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

