Ikutan share juga yaaa, Dari kalkulasi yang diberikan Mas Sandy memang terlihat merugi karena kost dihitung untuk satu pengguna, tapi yang menggunakan listrik dari PLN kan semua masyarakat Indonesia, bisa puluhan juta rumah. Nah disini lah faktor laba yang didapat dari PLN. Kan beda harga jika beli banyak dari pada beli satu. Ibarat beli baju, kalo beli 1 sekian harganya, dan kalo banyak lagi pasti lebih murah. Indikasi laba PLN juga bisa dilihat dari kesejahteraan karywannya, masa Kepala Direktur bisa gajian sebesar ratusan juta rupiah belum termasuk tunjangan yang lain, dll, dll.
On 1/25/06, Sandy <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Bukan Belain PLN, tapi sebenernya memang harga PLN kemarin itu masih rugi > bila dibandingkan dengan jualnya. (mohon koreksi bila salah) > misalnya di tempat saya: > > 1lt diesel menghasilkan 3,6 KW, dengan 1 lt = 5400 rupiah berarti 1 kw = > 1500 rupiah. > Harga Jual ke masyarakat 1kwh = 600 rupiah... > rugi kan? ... rugi 900 rupiah/kwh > > misalnya dipakai sumber energi lain, gas bumi, dimana infrastrukturnya > yang sulit dan sumbernya yang banyak kesedot ke luar negri > jatuh-jatuhnya biaya produksi per KW Rp 1000 ( belum lagi biaya > maintenancenya). masih rugi 400 rupiah /kwh > > Ada bagusnya kita jangan boros listrik dan gunakan alat-alat yang lebih > efisien konsumsi listriknya. > pakai alat penghemat listrik juga bisa (memperbaiki faktor daya sehingga > daya rugi berkurang -- efektif untuk perangkat yang induktif -- cth lampu > TL) > untuk urusan setelah naik, apakah duitnya dipakai dengan benar tanpa > korupsi... itu yang benar-benar masalah. > > > regards > > sandy > > [Non-text portions of this message have been removed] Official Web Site : http://www.awari.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

