*Artikel:  Mengapa Banyak Hewan Kurban Yang Menangis?  *


Hore,

Hari Baru!

Teman-teman.



Di hari Raya Iedul Adha banyak sekali hewan ternak yang dikurbankan. Umat
Islam meyakininya sebagai bagian dari warisan Nabi Ibrahim alaihissalaam.
Kepada Ibrahim Tuhan mengajarkan kesediaan untuk berkorban. Kemudian ajaran
itu diabadikan oleh Tuhan melalui Nabi-Nabi yang datang kemudian. Setiap
mahluk yang tunduk kepada Tuhannya tentu akan dengan senang hati menjalani
perintah-Nya. Termasuk hewan-hewan ternak itu. Tetapi, apakah setiap hewan
kurban bersuka cita ketika mereka memberikan pengorbanan itu?



Di masa kecil, hati saya sering dipenuhi oleh kisah-kisah indah yang
menceritakan tentang hewan-hewan yang senang kalau dipilih untuk menjadi
kurban. Meskipun mereka mati, namun kematiannya membuat Tuhan senang.
Sehingga, hewan-hewan itu bisa menjadi mahluk yang disayang oleh Tuhannya.



Setelah dewasa, sudut pandang saya mulai berubah. Bahkan, panca indera saya
merasakan ada hewan yang meneteskan air mata ketika terpilih menjadi kurban.
Semakin saya tua, semakin banyak cerita tentang hewan-hewan yang menangis
itu. Lalu saya bertanya dalam hati; ”*Apakah hewan-hewan di zaman ini sudah
enggan untuk diajak lebih dekat dengan Tuhan?”*



Lama saya memikirkan sebuah jawaban. Hingga saya kembali teringat tentang
apa yang pernah saya alami dulu. Sewaktu masih kecil, saya adalah
penggembala domba. Dan saya biasa berbicara dengan domba-domba saya. Kali
ini pun saya merasa seolah tengah berdiskusi dengan mereka.”*Wahai
domba-dombaku,” *Saya bertanya; ”*mengapa sekarang kalian enggan menjadi
hewan kurban?”*



Domba-domba itu terperanjat, lalu menjawab;”*Embeee...k”* katanya.

*”Kenapa begitu?”* balas saya. Lalu mereka berkata:”*Bekmbek,
eeeeeembeeeeek....”*

Anda yang tidak mengerti bahasa para domba tidak akan memahami isi dialog
kami. Tapi, sekarang saya faham mengapa banyak hewan kurban yang menangis di
hari raya Iedul Adha. Para domba bilang, mereka menangis karena banyak
sekali orang yang berkurban bukan untuk mencari karunia Tuhan. Melainkan
sekedar ingin mendapatkan pujian. Para domba dan teman-temannya sesama hewan
kurban sedih sekali melihat perilaku para manusia. Mereka mengira bahwa
kurbannya itu akan sampai kepada Tuhan sebagai suatu amalan. Padahal dengan
niatnya yang tidak lurus lagi, tidak mungkin Tuhan menilainya sebagai suatu
kebaikan.



Diantara manusia ada yang berkurban karena merasa ’tidak enak’ oleh
tetangganya. ”*Orang mampu kok tidak berkurban, apa kata dunia?”*  Padahal
hanya soal membayar pajak yang boleh sambil bilang begitu.



Diantara mereka juga ada yang berkurban untuk sekedar pameran. ”*Lihat nih,
hewan kurban gue yang paling gede!”*



Ada pula yang berkurban untuk beragam alasan lainnya selain mendekatkan diri
kepada Tuhan. Ibadah sudah berubah menjadi sekedar ritual yang hampa akan
makna. Maka wajar jika para hewan yang dikurbankan itu merasa pengorbanannya
tidak lagi memiliki nilai spiritual seperti halnya yang diajarkan Tuhan
kepada Ibrahim.



Domba-domba saya bercerita tentang betapa banyaknya manusia yang mengira
bahwa kurbannya bakal diterima oleh Tuhan. Padahal, Tuhan sudah berfirman
bahwa tidak sedikitpun bagian dari hewan kurban itu akan sampai kepada-Nya.
Tidak dagingnya. Tidak darahnya. Bahkan tidak sekalipun hanya sehelai
bulunya.



Domba-domba saya bercerita tentang betapa sedihnya mereka melihat tingkah
polah manusia yang telah kehilangan esensi dari kurbannya. Mereka hanya
melihat jasad kasar hewan-hewan yang dikurbankan. Padahal hakekat dari
kurban melampaui batasan-batasan kasat mata belaka. Karena hakekat kurban
adalah komitmen untuk menyembelih nafsu kebinatangan yang masih berkeliaran
didalam diri kita.



Binatang tidak malu membuka-buka aurat didepan umum. Kita berkurban, tapi
tetap berbangga hati dengan aurat-aurat yang kita perlihatkan. Binatang
tidak segan untuk merebut makanan milik teman. Kita berkurban, tetapi masih
berani merampas harta benda yang bukan hak kita.  Binatang tidak sungkan
untuk mengumbar syahwat dimana saja dan dengan siapa saja. Kita berkurban,
tapi tidak lagi menghiraukan siapa yang muhrim dan siapa yang haram untuk
berhubungan intim. Binatang juga berprinsip siapa yang paling kuat fisiknya,
dialah yang menjadi rajanya. Kita berkurban, namun masih gemar menerapkan
hukum rimba sehingga akal dan nurani kita tidak lagi berfungsi sebagaimana
mestinya.



Domba-domba saya bercerita, betapa sedihnya mereka melihat tingkah polah
manusia yang berkurban namun tetap membiarkan hidup sifat-sifat kebinatangan
didalam dirinya. Sehingga di hari raya Iedul Adha, banyak orang yang
kehilangan makna dari kurban yang dilakukannya. Diakhir pertemuan itu,
domba-domba saya berpesan;*”Jika engkau berkurban, maka luruskanlah niatmu
hanya untuk Tuhanmu. Dan sembelihlah nafsu-nafsu kebinatangan didalam
dirimu. Maka aku akan bersuka cita untuk menjadi simbol kurbanmu....”*



Ketika domba saya hendak dikurbankan, dia terlihat meneteskan air mata. Lalu
saya bertanya;”*Mengapa engkau menangis? Apakah aku belum meluruskan niatku?
*”



Domba saya berkata;”*Sekarang aku menangis oleh rasa syukurku, karena Tuhan
telah memilihku menjadi hewan kurbanmu....”*



Mari Berbagi Semangat!

Dadang Kadarusman

Leadership & People Development Training

www.bukudadang.com dan www.dadangkadarusman.com



*Catatan Kaki:*

Fitrah hewan ternak adalah untuk menjadi nutrisi bagi umat manusia.
Sedangkan fitrah manusia adalah untuk memenuhi panggilan Tuhannya dengan
niat yang selurus-lurusnya.



Melalui project Mari Berbagi Semangat! (MBS!) sekarang buku saya yang
berjudul ”Belajar Sukses Kepada Alam” versi Bahasa Indonesia dapat diperoleh
secara GRATIS. Jika Anda ingin mendapatkan ebook tersebut secara gratis
silakan kunjungi petunjuknya di www.bukudadang.com

--------------------------------
Buku-buku terbaru Dadang Kadarusman sudah tersedia di toko buku atau bisa
dipesan di http://www.bukudadang.com/


__._,_.___

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke